JellyPages.com
Showing posts with label BISNIS. Show all posts
Showing posts with label BISNIS. Show all posts

Sunday, January 6, 2013

Cara Berbisnis Dengan Allah


Sering kita lakukan ketika sedang membicarakan bisnis jadi lupa waktu atau merasa tanggung. Bahkan Sholat pun terlewatkan atau sengaja ditunda demi kepentingan pribadi, selepas itu beristirahat untuk merebahkan penat dan letih yang berkerumun di pundak kita.

Maka janganlah heran bila rencana-rencana kita yang sudah dianggap matang menjadi tersendat alias tidak mulus. Belum sukses saja sudah lupa sama Allah, apalagi nanti sudah sukses?
Mitra bisnis terus kita cari, tetapi Allah pemilik segalanya malah dilupakan.

Bagaimana caranya bermitra/berbisnis dengan Allah?

Berbisnis dengan Allah ada 4 cara.
Yang pertama kali harus dilakukan adalah mengikhlaskan diri untuk sujud dan rukuk dihadapan-Nya. Luangkan waktu yang kita miliki untuk-Nya. Jika sudah demikian, Dia pun akan meluangkan waktu untuk kita. Kalau kita tidak mau menyempatkan diri untuk beribadah kepada-Nya, jangan salahkan Dia, jika kita tidak pernah mendapatkan rahmat-Nya, sulit mendapatkan bantuan-Nya, hidup menjadi biasa-biasa saja, kering, tanpa curahan kasih sayang dan kepedulian dari-Nya.

Kedua, memilih bisnis yang benar dilakukan dengan benar dan dijalankan bersama orang-orang yang benar.
Terkadang, kita tau kalau bisnis yang kita jalani itu benar adanya, tetapi kita bermitra dengan orang yang kita tau sumber uangnya berasal dari penghasilan yang tidak halal. Dari korupsi, misalnya, atau uang modal dari curian. Bagaimana Allah mau membantu? Sedangkan Dia tidak suka dengan kedzaliman. Apalagi kalau bisnis yang kita jalani bukan bisnis yang halal dan legal. Terlebih lagi berlaku curang alias berbuat aniaya terhadapa mitra kerja kita.
Kalau kita sudah melakukan hal itu, dalam artian kita mau sholat, kita pilih bisnis yang legal dan sehat, kemudian mitra kerja pun dari kalangan baik-baik, kita jalankan juga ia dengan cara yang baik, lalu apalagi?

Maka ia menjadi cara yang ketiga, yaitu menetapkan tujuan, mau dibawa kemana niat kita. Ketika kita sudah meluruskan niat, kemudian usaha kita berhasil, kesuksesan tersebut tidak akan membuat kita sombong dan lupa diri. Ketika kita sudah meluruskan niat, lalu usaha kita berhasil, kesuksesan tersebut akan membuat kita mau berbagi peduli dengan orang lain.
Kalau sudah seperti itu, Allah SWT akan menjadi pihak pertama yang akan mendukung kita dari depan, belakang, samping, kanan dan kiri kita. Ia juga akan mengirimkan malaikat untuk menyokong dan mengamankan jalannya cerita kehidupan kita. Dia pun akan menunjukkan cara teraman dan ternyaman bagi kita untuk merengkuh kekayaan dan kesuksesan yang bersih.
Dari sini saja sudah bisa disimpulkan bahwa sholatlah nomor satu, kemudian memilih bisnis yang benar, dan selanjutnya selektif dalam memilih mitra bisnis.

Ada satu lagi, yang keempat, tidak selalu lupa berdoa. Berdoa adalah wujud ketergantungan kita kepada Allah SWT. Kita dianggap telah berlaku sombong apabila sampai melupakan doa. Hal itu menandakan bahwa kita tidak lagi memerlukan pertolongan Allah. Berdoa bukan sekedar pelengkap, melainkan faktor pendukung utama ketika kaki mulai terjejak ke dunia bisnis, dalam kehidupan.
Berdoalah di awal, di tengah dan di akhir kegiatan bisnis



Mahasiswa Juga Bisa Jadi Pengusaha !!


Berawal dari sebuah perjuangan dan keinginan serta kegigihan yang amat sangat tinggi sehingga membuat aliran darah mengalir dengan derasnya mensuplai ke seluruh tubuh untuk segera bangkit dalam semangat yang sangat membara terhadap cita-cita yang tinggi untuk menjadi seorang Wirausaha sukses atau Success Entrepreneur.

Sukses dan bahagia adalah harapan dari semua umat manusia, terutama orang tua yang senantiasa berdoa dalam setiap derap hidupnya untuk menjadikan anak didiknya menjadi seorang yang sukses dan berguna buat banyak orang, Keluarga, Masyarakat, bagi bangsa dan Negara.

Ketika memasuki dunia Maha yaitu gelar yang hanya di miliki oleh dua subjek, yang Pertama, dimiliki oleh Sang maha dari segala maha yaitu Maha Pencipta, lalu yang Kedua, Maha yang di miliki oleh Manusia pada masanya yaitu Maha siswa. Kampus adalah tempat dimana mahasiswa untuk berkarya, mengUpgrade diri menjadi Agent of Change, Social Control, dan Iron Stok.

Menjadi pengusaha siapa yang tak ingin? Apalagi jika kita bisa menjadi pengusaha sukses, senang rasanya. Kapan bisa jadi pengusaha? Apa harus selesai kuliah, dapat kerja bagus, punya relasi banyak dan dikasih modal uang cukup besar? Teorinya sih begitu!

Kalau begitu, tak punya pengalaman kerja, tak punya relasi dan tak punyak banyak uang, tak bisa jadi pengusaha? Jika belum selesai kuliah, berarti kita belum bisa jadi pengusaha?

Sebuah teori yang berat, sulit dan susah, jika begitu. Kesimpulannya, mahasiswa tak bisa jadi pengusaha sebelum tamat kuliah. Adanya keinginan yang keras dari diri kita untuk berani mencoba sesuatu hal hal baru. Kita harus mampu segenap yang ada dalam diri untuk berkelana. Untuk mendapatkan apa yang kita inginkan kita harus berani menerobos segala hambatan yang ada didepan mata. Sebuah teori yang mengatakan mahasiswa tak bisa menjadi pengusaha- apalagi pengusaha sukses sebelum tamat kuliah- takkkan berlaku bagi mereka yang memiliki keinginan tinggi untuk maju.

Mahasiswa juga bisa menghadang teori tersebut dengan teori berikut ;
1. Apakah ada jaminan penuh menjadi pengusaha sukses itu adalah mahasiswa yang telah tamat kuliah?
2. Apakah ada jaminan penuh menjadi pengusaha sukses itu adalah sarjana yang telah dapat kerja dan berpengalaman?
3.Apakah ada jaminan penuh menjadi pengusaha sukses itu adalah orang kantoran yang telah memiliki relasi banyak?
4. Apakah ada jaminan penuh menjadi pengusaha sukses itu adalah orang yang telah memiliki modal yang cukup besar?

Ternyata, banyak tamatan kuliah yang tak dapat kerja. Banyak sarjana yang tak dapat kerja bagus. Banyak orang kantor yang memiliki relasi sedikit, malah tak punya selain teman kantoran. Banyak juga orang yang punya banyak uang selalu dan sering bangkrut. Banyak juga sarjana, karyawan, orang yang punya banyak uang tak tahu bagaimana memulai sebuah usaha, menjalankan dan mengembangkan.

Ternyata, banyak juga orang tak kuliah bisa menjadi pengusaha dan sukses. Banyak sarjana yang tak dapat kerja apalagi kerja bagus jadi pengusaha dan sukses. Banyak juga orang yang tak memiliki jaringan bagus menjadi pengusaha dan sukses. Banyak juga orang yang punya modal uang sedikit malah tak punya uang jadi pengusaha dan sukses.

Jadi kenapa seorang mahasiswa harus pesimis untuk jadi pengusaha dan sukses? Teori-teori dan kenyataan-kenyataan yang telah dipaparkan diatas mampu meyakinkan mahasiswa bahwa teori sebelumnya adalah teori tanpa jaminan 100%.

Setiap manusia diberikan Allah SWT kelebihan dari serba kekurangan yang ada pada diri. Kelebihan yang ada pada diri manusia diantaranya adalah potensi diri. Sebagian dari kita kadang, menyadari potensi yang ada dalam diri masing-masing. Sebagian lain tidak, justru tidak menyadari atau mengetahui kalau dalam dirinya terdapat potensi yang bisa dikembangkan.

Adanya sebuah keinganan mecapai/mendapatkan/memperoleh sesuatu membuat kita sering memikirkan bagaimana caranya. Disaat kita tidak menyadari potensi yang ada dalam diri -dan atau kita menyadari namun tidak bisa mengolahnya- selalu membuat kita buntu, hingga kita sering tergantung pada pihak lain. Padahal segala potensi dalam diri kita mampu membuat kita memperoleh semuanya.

Namun, ada juga kalimat-kalimat klise yang mengatakan seperti ini,
teorinya saja mudah jadi pengusaha, kenyataan kan ga!
jadi pengusaha? jangan mimpi dong!
hidup susah begini menjadi pengusaha, mana mungkin?
mahasiswa jadi pengusaha, mimpi kali ye!

Tips-tips alamiah atau sederhana kadang lebih sangat menolong dalam memulai usaha. Kebanyakan orang, tidak terkecuali mahasiswa menemui jalan buntu bagaimana memulai sebuah usaha. Yang menjadi beban pikiran bagi mereka ada dua hal, yaitu : Bagaimana agar tak rugi dan bagaimana bisa dapat untung banyak.
Masalah utamanya adalah bagaimana seorang mahasiswa memulai dari kewirausahaan.

Mahasiswa sebagai agen penggerak perubahan di negeri ini yang akan memegang estafet kepemimpinan di masa mendatang harus berperan aktif untuk menjadi pelopor terbentuknya perekonomian nasional yang tangguh. Oleh karena itu sudah saatnya dilakukan perubahan paradigma berpikir dikalangan mahasiswa. Yaitu dari pola pikir sempit mencari kerja setelah lulus kuliah menjadi pencipta lapangan kerja yang berbasis pada penciptaan usaha kecil dan menengah, sehingga bangsa Indonesia dapat menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

Untuk itu dibutuhkan pengetahuan dan kemampuan wirausaha yang dirintis sejak dari bangku kuliah.
Kemampuan wirausaha merupakan modal dasar bagi seseorang yang ingin bergerak di bidang usaha tertentu. Ada sebagian orang yang percaya bahwa kemampuan wirausaha adalah bakat yang dibawa sejak lahir. Pendapat ini keliru. Kemampuan wirausaha bukanlah karena faktor bakat, tetapi juga akan timbul dan terasah melalui faktor lain, serpeti pengalaman-pengalaman, seminar-seminar dan pelatihan-pelatihan kewirausahaan.




Tips Sederhana Mulai Berwirausaha


Menurut Anda bagaimana cara yang paling tepat berwirausaha ?
Berikut adalah 3 langkah sederhana untuk berwirausaha:

Langkah 1: Bersiaplah. Bersiaplah untuk menjadi bos bagi diri sendiri. Tidak ada lagi yang mengatur jadwal Anda. Hadapilah dengan sukacita. Kalau pun Anda memulai bisnis karena salah satunya adalah karena lingkungan kerja Anda yang sebelumnya kurang mendukung (misal: bos yang tidak koperatif, rekan kerja yang seenaknya sendiri, kemacetan yang menghabiskan waktu berjam-jam usia Anda dll). Lupakan semua itu karena Anda akan memasuki dunia baru yang menyenangkan.
Kalau selama ini Anda berangkat kerja sebelum matahari terbit dan pulang setelah matahari terbenam,.. hadapilah kenyataan yang menyenangkan bahwa sebentar lagi semuanya akan berubah. Jam 10 pagi Anda bisa duduk-duduk di Mall, meeting sambil makan siang, bisa menjemput anak sekolah, dll.

Kalau Anda memulai berwirausaha dengan keadaan lingkungan kerja sebelumnya yang menyenangkan, misal: bos yang mendukung, teman-teman yang mendukung, keluarga mendukung.. Wow.. apalagi yang Anda butuhkan selain itu semua? Anda sudah mempunyai harta karun. Jagalah baik-baik karena Anda akan lebih membutuhkannya sebentar lagi. Bersiaplah karena Anda akan menghadapi kenyataan yang menyenangkan! Jadi kapan Anda memulai?

Kalau Anda tanya persiapan apa yang perlu dipersiapkan untuk berwirausaha saya sependapat dengan Bob Sadino, Pertanyaan yang baik adalah pertanyaan yang dijalankan. Mengapa? Karena sesungguhnya Anda sudah tahu jawabannya bukan? Anda hanya ingin supaya ada ‘rasa aman’ dengan bertanya seperti itu. Selama ini Anda merasa aman dengan pekerjaan yang Anda jalani. Menerima gaji pada tanggal yang tetap, pekerjaan yang harus dilakukan sudah ada, tinggal dikerjakan, kalau pun ada kurang-kurangnya ya itu wajarlah, selama manusia masih bernafas, ia tidak akan merasa puas. jadi kalau Anda bertanya apa yang perlu dipersiapkan, jawaban dari saya adalah…

Tidak.. tidak..tidak.. saudara.. tidak ada hal baku yang perlu dipersiapkan. Tidak ada prosedur bakunya. tidak ada SOP-nya. Anda nanti yang harus membuat sendiri aturannya. Satu hal yang penting, kata DR bakmi H. Wahyu Saidi, MSc., gunakan 1/3 saja anggaran yang ada untuk memulai usaha jika Anda baru pertama kali memulainya. Sisanya gunakan untuk berjaga-jaga. Anda boleh percaya, boleh juga tidak lho..Asal tekad sudah bulat, hati sudah mantab, tancap maaang….

Langkah 2: Memulai. Mulailah berwirausaha sekarang juga. Kalau belum bisa 100% mulailah sedikit demi sedikit dahulu. Jangan karena sangat bersemangat kemudian Anda lupa menghitung resiko yang Anda ambil. Apalagi bila Anda habis menghadiri seminar. Wah..wah..wah.. Saran saya, jangan memulai bisnis ketika emosi Anda tidak stabil. Lebih jauh lagi, hindari mengambil keputusan saat emosi tidak stabil.

O iya, ini bukan dunia sinetron di mana ketika Anda mencapai kesuksesan atau akan memulai hal besar seperti ini akan ada musik pengiring yang mengiringi langkah-langkah yang Anda ambil. Bukan seperti iklan TV yang menceritakan entrepreneur sukses lho.. Tidak ada saudara.. this is real life bro..sis.. Enaknya adalah, kalau suatu saat di tengah perjalanan Anda menemui kesulitan – dan pasti akan Anda temui – tidak akan ada musik sedih yang mengiringi. Jadi maksudnya apa? Ya… semuanya netral-netral saja. Tergantung Anda sendiri mau memainkan musik yang mana di hati Anda. Be realistic.. and Be Brave.. kata Alexander the Great.. Tuhan bersama orang-orang yang berani.

Tanya Om, “kalau saya tidak punya Persiapan bagaimana? tapi saya pingin berwirausaha ?”
Hmmm… good question… kata yang sering dipakai mantan bos saya dulu.
Gini Bos… gitu aja kok repot.. Berarti ente cocoknya sama langkah yang berikutnya.

Langkah 3: Melangkah saja. Kadang-kadang kita perlu belajar dari anak-anak kecil. Inget gak dulu waktu kecil. Jatuh, nangis, terus… bangkit lagi. Berantem, nangis,… baikan lagi. Gak dibeliin mainan, nangis,.. diem lagi.
Wooow it was a beatiful life, isn’t it? Jadilah anak kecil, jadilah seperti Anda yang dahulu. Anda yang begitu perkasa saat menjadi anak-anak. Anda yang tidak takut apa pun (kecuali paling sama gelap, hantu, tikus,.. hmm banyak juga ya hahaha..).

Melangkah sajalah bung, karena kalau diam, apa yang didapat? Apa yang di harap? seumur-umur perjalanan hidup manusia yang sudah berlangsung ribuan tahun, seingat saya Tuhan belum pernah lho menurunkan hujan emas kayak di film Indiana Jones. Perubahan tidak ada akan pernah terjadi. Tetapi kalau Anda melangkah, walaupun masa depan itu tidak pasti, berita gembiranya adalah segala sesuatunya mungkin terjadi lho! (ini kata Om Mario Teguh) Termasuk sukses besoaaar yang menanti


Ada Artikel menurut saya bagus untuk dibaca, dikutip dari TDA community "Bosan terkungkung di perusahaan yang memasung kreativitas?" Mungkin itu salah satu dari sederet alasan mengapa orang hijrah untuk membangun bisnis sendiri. Alasan lain, ingin mereguk kepuasan pribadi, menggenjot pendapatan, mendambakan kebebasan, hingga rindu waktu yang lebih leluasa bareng keluarga. Apapun alasan untuk menyalakan bisnis sendiri, Anda bisa memilih menjadi freelancer atau entrepreneur. Anda termasuk yang mana?

Ada yang salah dengan salah satu dari freelancer atau entrepreneur? Tidak, keduanya dibekali kelebihan masing-masing. Nah, kenapa musti peduli posisi kita apakah menjadi freelancer atau entrepreneur? Tentunya dengan memahami posisi itu, kita bisa ambil ancang-ancang. Apakah setia menjadi freelancer atau akan beranjak menjadi entrepreneur. Berikut perbedaannya, menurut Isabel M Isidro dari PowerHomebiz.com
Menjadi entrepreneur, berarti membangun bisnis hingga lebih besar dari dirinya sendiri, mengundang gelontoran dana pemodal dan mungkin hingga meluncurkan IPO (Initial Public Offering). Pada dasarnya, impian entrepreneur adalah mentransformasikan bisnis mungilnya, menjelma lebih besar atau jika mungkin menjadi konglomerasi. Seorang entrepreneur tak akan segan bekerja ekstra keras, ekstra beban kesibukan kerja, demi mewujudkan impiannya. Bahkan, tak akan jeri menghadapi risiko keuangan dan bejibun tantangan.

Di sisi lain, seorang freelancer lebih mendambakan kebebasan dan pendapatan dari usaha "menjual" dirinya. Freelancer tidak (atau belum) ingin menjalankan organisasi yang lebih besar. Sebaliknya, mereka membangun bisnis dalam skala lebih kecil yang membuatnya lebih nyaman dan lebih bebas. Gagasannya adalah menjadi seorang bos bagi dirinya sendiri itulah yang penting. Tipe pebisnis seperti ini lebih suka menjadi ikan besar di kolam kecil ketimbang menjadi ikan kecil di kolam besar. Memburu investor bukan prioritas bagi seorang freelancer karena pertimbangan tak ingin membagi kontrol atas usahanya. Freelancer tak terlalu ambil pusing dengan bisnisnya yang berputar tak terlalu cepat, karena tak mau pening oleh cawe-cawe pemilik dana pihak ketiga.
Anda seorang freelancer jika tertarik lifestyle yang lebih leluasa, kebebasan mengontrol waktu dan tak terlalu berisiko. Anda sendiri yang memutuskan dan berkuasa penuh, bukan pemodal yang haus akan keuntungan dari dana yang mereka tanamkan. Klienlah yang butuh profesionalitas Anda. Tidak berarti Anda harus bekerja dari dalam kamar atau garasi rumah. Anda bisa punya kantor sendiri ditemani beberapa karyawan. Jika Anda punya PR (Public Relation) agensi dengan sederet publikasi mentereng, Anda tetap seorang freelancer. Kenapa? Karena produk yang ditawarkan berbasis Anda sendiri. Anda punya gawean relatif mapan dan kontrol dalam genggaman sendiri dengan tetap menjadi freelancer.

Sementara, Anda beranjak ke arah entrepreneur jika akan membangun organisasi yang lebih besar dan ingin tumbuh dengan kencang. Karakteristik dari entrepreneur adalah impian meraup pendapatan yang jauh lebih besar. Entrepreneur tidak keberatan berbagi kontrol dengan pemodal atau strategi lainnya agar bisnisnya menggurita. Dan sangat paham bahwa entrepreneurship adalah menantang risiko.
Nah, dengan kejelasan beda antara freelancer dan entrepreneur, Anda akan lebih gampang mengambil posisi dan membidik langkah selanjutnya.

MLM YUSUF MANSYUR


WH Community
Siapa bilang multilevel marketing (MLM) selalu identik dengan jual beli produk. Shalat tahajud pun ternyata bisa dikelola dengan konsep MLM tersebut. Hal itulah yang coba diterapkan oleh lembaga Wisata Hati (WH), pimpinan Ustad Yusuf Mansur.
Ditemui sesaat sebelum mengisi puncak acara milad ke-20 YDSF di WTC Surabaya, beberapa waktu lalu, ustad kelahiran 19 Desember 1976 itu menuturkan konsep MLM yang mulai digagasnya. Yusuf mengatakan sebenarnya MLM yang ia pelopori itu tak jauh berbeda dengan konsep MLM pada umumnya. ”Sama saja seperti MLM pada umumnya. Cuma bedanya, di sini orang bikin downline untuk ngebangunin orang untuk shalat tahajud,” tuturnya dengan logat Betawi.
Lebih lanjut ia menuturkan, dalam MLM tersebut, setiap orang harus membangunkan minimal tiga orang setiap malam Jumat. ”Nanti kalau sudah mencapai level 10 atau level yang paling bawah, jumlah orang yang ikut shalat tahajud dalam satu kelompok itu bisa mencapai 19.800-an orang,” imbuh ustadz muda ini.
Tak hanya itu, untuk menciptakan nuansa yang berbeda saat shalat tahajud, tiap 1,5 bulan sekali, anggota MLM tersebut diajak bertahajud di ruang terbuka. Seperti di daerah pegunungan, di tengah laut (di atas rig kapal), di pinggir pantai, atau bisa juga di halaman masjid besar. ”Nanti kalau sudah rapi, sistemnya akan kami buat. Jadi, nantinya setiap anggota akan mendapat sms reminder. Bahkan kalau memungkinkan kami akan membuat siaran di televisi,” tutur Mansur.
Sayangnya, konsep tersebut hingga kini baru diujicobakan di Semarang dan Boyolali, Jawa Tengah. Namun, ustadz yang juga pimpinan Pondok Pesantren Darul Quran Tangerang, itu berjanji akan segera melebarkan sayap MLM-nya itu ke seantero Indonesia dalam waktu dekat.
”Nanti kami akan mencari simpul-simpul di masing-masing daerah. Selanjutnya, di masing-masing simpul itu kami akan membentuk WH community. Tujuannya ya untuk mengusung tahajud, dan sedekah sebagai kebiasaan positif di masyarakat,” ungkap ustadz yang juga penggagas sinetron Maha Kasih yang beberapa waktu lalu ditayangkan di sebuah stasiun televisi swasta itu.
Ditambahkan dia, anggota WH community itu nantinya juga akan mendapatkan keuntungan yang lain. Yakni berhak mengikuti pendidikan di institut milik WH selama setahun, selain juga berkesempatan untuk menunaikan ibadah umrah maupun haji gratis. ”Model pendidikan di institut itu nantinya akan sama seperti model kuliah dan insyaallah itu sudah setingkat S2. Sementara kesempatan menunaikan ibadah haji atau umrah itu sebagai bonus untuk member get member-nya,” tukasnya.
Sementara itu, materi-materi yang akan diberikan pada peserta pendidikan WH Institut antara lain berupa kajian keislaman baik secara umum maupun syar`i, kajian tafsir tematik, juga fiqih. Meski dikhususkan bagi anggota WH community, Mansur mengungkapkan, tidak menutup kemungkinan orang-orang di luar WH community ikut ambil bagian. ”Yang bikin beda ya harganya. Kalau anggota, mereka cuma perlu bayar Rp 2 juta, itu juga mereka akan mendapatkan bonus pustaka WH yang isinya ada 5 buku. Sementara kalau di luar anggota harus bayar Rp 5 juta. Duit itu untuk mem-back up PPPA (Program Pembibitan Penghafal Al Quran, Red),” pungkasnya.
Ustadz Yusuf Mansur Angkat Bicara mengenai MLM
Berbicara tentang MLM, yang timbul pertama kali di benak mayoritas orang adalah negatifnya. Katanya MLM bisnis Menipu Lewat Mulut, jualan Door to Door, dsb. Itu semua terjadi karena mereka belum mengetahui hakikat MLM yang sebenarnya.
MLM bukanlah cara untuk kaya cepat, tapi adalah salah satu bentuk distribusi barang. Tapi jika cara distribusi barang ini dijadikan pekerjaan yang halal apa ngga boleh? Terlalu naif jika kita mem-vonis bahwa MLM itu HARAM.
Hal kedua yang perlu dijelaskan bahwa banyak MLM khususnya di negeri kita yang menerapkan peraturan (baca: marketing plan/MP) yang tidak adil bagi member2nya. Maksud saya, marketing plan dibuat untuk memperkaya perusahaan MLM atau pemilik perusahaan MLM ataupun pemilik Support System MLM . Terlalu banyak syarat-syarat yang ditentukan/dibebankan kepada member yang pada akhirnya memberatkan/mencekik member yang bersangkutan. Sehingga pada akhirnya muncul apa yang orang awam katakan bahwa yang pertama kali masuklah yang berhasil, atau secara general kita katakan marketing plannya berbentuk pyramida. Bagaimana jika ada MLM yang menerapkan hal sebaliknya? Marketing Plan dibuat lebih berpihak kepada member ? Apakah itu bisa digolongkan Haram? Wallahualam.
Hal yang ketiga, mayoritas MLM di negeri kita mengajak calon member bergabung dengan cara menggugah emosionalnya. Ini sama hukumnya dengan judi atau lotere. Belum apa-apa sudah di iming-imingi kemewahan seperti Mobil Mewah, Rumah Mewah, Trip ke Luar Negeri bahkan Perjalanan Ibadah. Kalau MLM semacam ini sangat wajar jika kita cap MLM HARAM, tapi bagaimana jika ada MLM yang tidak menerapkan hal semacam ini? Apakah kita juga jadi ikut2an latah mem-vonis bahwa MLM itu HARAM?
Keempat, mayoritas pula MLM di negeri kita menunda-nunda pembayaran bonus atau menetapkan pembayaran bonus yang terlalu lama dengan nilai bonus yang kecil, ada bahkan sampai 1,5 bulan baru membayarkan bonus/hasil keringat member yang bersangkutan. Bagaimana jika ada MLM yang belum habis capeknya bekerja atau belum kering keringat si member, hasil kerjanya sudah dibayarkan? Bukankah itu lebih bernilai agama/humanis/islami?
Kelima, mayoritas pula MLM di negeri kita membodoh-bodohi member dengan membuat perhitungan bonus di MP yang sangat rumit sehingga membuat member kebingungan bahkan tidak bisa menghitung dan memprediksi besaran bonus yang akan diterima. Bagaimana jika ada MLM yang mempermudah member dalam hal mengetahui berapa hal yang akan dia peroleh (transparansi perhitungan bonus)???
Semoga sedikit uraian saya diatas bisa menambah wacana berpikir kita tentang MLM, sehingga bisa mem-filter dan membentengi kita dari bisnis setan berkedok MLM, yang justru malah jauh dari pengertian MLM yang sebenar-benarnya.
Diskusi lebih lanjut dengan topik ini sangat saya harapkan.
Wassalam, Yusuf Mansur

7 DIMENSI KESUKSESAN


7 Dimensi Kesuksesan E-Miracle :
1. Keimanan
2. Keilmuan
3. Kesehatan
4. Kesejahteraan
5. Waktu
6. Sosial
7. Dakwah
Tujuan Utama Sukses :
Sholat Tepat Waktu
Sholat Berjamaah
Perbanyak Ibadah
Berkunjung Saudara
Sedekah
Amal Jariyah
Infaq
Tujuan Utama E-Miracle :
Memudahkan masyarakat belajar bersama Ust.Yusuf Mansur selama 24 jam.
Memudahkan masyarakat berangkat Umroh dan Haji bersama Ust.Yusuf Mansur.
Omset Perusahaan Amal Usaha E-Miracle dialokasikan untuk Program Pembibitan Penghapal Alquran (PPPA)
Mari saatnya menjadi muslim yang sejahtera, sehat dan berkah
Ajak, Rawat dan Uswatun Hasanah


Semua bisa jadi pengusaha...^_^
Untuk daftar, silahkan klik LINK dibawah,
GRATIS!!
http://www.joinsyariah.com/?id=reza_SA 

Untuk yang serius, silahkan pesan paketnya...

Info Tentang E-Miracle : http://www.e-miracle.com/

Sunday, December 30, 2012

AL FATIH BISNIS BERKAH YUSUF MANSYUR

http://www.joinsyariah.com/?id=reza_SAKenapa anda harus memilih bisnis E-miracle ?

  1. E-MIRALCE memiliki VISI yang jelas yaitu KAYA DUNIA AKHIRAT . E-miracle memiliki System yang berdasar pada Syariat Islam. Kita berbisnis sekaligus beribadah yang Insya Allah kita akan mendapatkan keuntungan DUNIA & AKHIRAT. Insya Allah.
  2. Paket Perdana sangat Bermanfaat senilai Rp.500.000, Berikut Rinciannya :
    • Kartu Aktivasi, Staterkit  (Panduan Bisnis e-miracle) dan DVD seri 1 ; about MLM E-MIRACLE – Ajak, Rawat dan Uswatun Hasanah senilai Rp. 100.000,-
    • Voucher Pelatihan di Darul Qur’an International Cipondoh Tangerang senilai Rp.250.000
    • 4 seri DVD Exlusive e-miracle senilai Rp. 100.000,- yaitu: Seri 2; Ihyaa-us Sunnah ”benerin yang wajib hidupin yang sunnah), Seri 3; Andelin ALLAH, Seri 4; Cari ALLAH dulu, Seri 5; Libatkan Allah
    • Buku Kaya Lewat Jalan Tol senilai Rp. 50.000,-
  1. OWNER dari bisnis e-miracle ini Ustad Yusuf Mansur Yang dikagumi jutaan orang sebagai seorang Ustadz sekaligus Motivator dengan keajaiban sedekahnya
  2. SETIAP MEMBER e-Miracle berhak mendapatkan akses pelatihan dan training di Pondok Pesantren DARUL QUR'AN yang Insya Alloh akan membimbing kita Untuk SUKSES di DUNIA dan AKHIRAT
          PRODUK E-MIRACLE mencakup semua kebutuhan hidup kita :
    • Sarana Ilmu dan Ibadah : karya Ust.Yusuf Mansur: buku-buku,CD tausiah, DVD Pelatihan dan tausiah, dll
    • Sarana Sehat : Suplemen Herbal, Propolis, Habatussauda, dll
    • Sarana IT dan Komunikasi : Pulsa Elektrik, Jasa Pembayaran via SMS, Online Store, Ebook, dll
  1. MARKETING PLAN Dirancang untuk lebih mudah dipahami dan menerapkan perpaduan 2 system DAHSYAT :
MLM MURNI yang telah terbukti memiliki ketahanan bisnis lebih lama
BINARY yang mengharuskan kita untuk saling bantu membantu di bisnis ini dan terbukti mempercepat perolehan BONUS
  1. BISNIS SYARIAH E-miracle memiliki system dengan prinsip syariah berdasarkan Hukum2 Islam..
  2. JENJANG KARIER yang mudah diraih bagi semua member..


Bissmillah, Insya Allah saya join sekarang :http://www.joinsyariah.com/?id=reza_SA

Mari Berbisnis sekaligus berdakwah mengejar dunia dan meraih akhirat... ^_^
"ajak, rawat, uswatun hasanah"

semua bisa jadi pengusaha...^_^
Salam suksek penuh berkah

Muhammad Reza
http://www.buktibisnis.blogspot.com