-->
JellyPages.com
Showing posts with label mulai. Show all posts
Showing posts with label mulai. Show all posts

Sunday, January 6, 2013

Tips Sederhana Mulai Berwirausaha


Menurut Anda bagaimana cara yang paling tepat berwirausaha ?
Berikut adalah 3 langkah sederhana untuk berwirausaha:

Langkah 1: Bersiaplah. Bersiaplah untuk menjadi bos bagi diri sendiri. Tidak ada lagi yang mengatur jadwal Anda. Hadapilah dengan sukacita. Kalau pun Anda memulai bisnis karena salah satunya adalah karena lingkungan kerja Anda yang sebelumnya kurang mendukung (misal: bos yang tidak koperatif, rekan kerja yang seenaknya sendiri, kemacetan yang menghabiskan waktu berjam-jam usia Anda dll). Lupakan semua itu karena Anda akan memasuki dunia baru yang menyenangkan.
Kalau selama ini Anda berangkat kerja sebelum matahari terbit dan pulang setelah matahari terbenam,.. hadapilah kenyataan yang menyenangkan bahwa sebentar lagi semuanya akan berubah. Jam 10 pagi Anda bisa duduk-duduk di Mall, meeting sambil makan siang, bisa menjemput anak sekolah, dll.

Kalau Anda memulai berwirausaha dengan keadaan lingkungan kerja sebelumnya yang menyenangkan, misal: bos yang mendukung, teman-teman yang mendukung, keluarga mendukung.. Wow.. apalagi yang Anda butuhkan selain itu semua? Anda sudah mempunyai harta karun. Jagalah baik-baik karena Anda akan lebih membutuhkannya sebentar lagi. Bersiaplah karena Anda akan menghadapi kenyataan yang menyenangkan! Jadi kapan Anda memulai?

Kalau Anda tanya persiapan apa yang perlu dipersiapkan untuk berwirausaha saya sependapat dengan Bob Sadino, Pertanyaan yang baik adalah pertanyaan yang dijalankan. Mengapa? Karena sesungguhnya Anda sudah tahu jawabannya bukan? Anda hanya ingin supaya ada ‘rasa aman’ dengan bertanya seperti itu. Selama ini Anda merasa aman dengan pekerjaan yang Anda jalani. Menerima gaji pada tanggal yang tetap, pekerjaan yang harus dilakukan sudah ada, tinggal dikerjakan, kalau pun ada kurang-kurangnya ya itu wajarlah, selama manusia masih bernafas, ia tidak akan merasa puas. jadi kalau Anda bertanya apa yang perlu dipersiapkan, jawaban dari saya adalah…

Tidak.. tidak..tidak.. saudara.. tidak ada hal baku yang perlu dipersiapkan. Tidak ada prosedur bakunya. tidak ada SOP-nya. Anda nanti yang harus membuat sendiri aturannya. Satu hal yang penting, kata DR bakmi H. Wahyu Saidi, MSc., gunakan 1/3 saja anggaran yang ada untuk memulai usaha jika Anda baru pertama kali memulainya. Sisanya gunakan untuk berjaga-jaga. Anda boleh percaya, boleh juga tidak lho..Asal tekad sudah bulat, hati sudah mantab, tancap maaang….

Langkah 2: Memulai. Mulailah berwirausaha sekarang juga. Kalau belum bisa 100% mulailah sedikit demi sedikit dahulu. Jangan karena sangat bersemangat kemudian Anda lupa menghitung resiko yang Anda ambil. Apalagi bila Anda habis menghadiri seminar. Wah..wah..wah.. Saran saya, jangan memulai bisnis ketika emosi Anda tidak stabil. Lebih jauh lagi, hindari mengambil keputusan saat emosi tidak stabil.

O iya, ini bukan dunia sinetron di mana ketika Anda mencapai kesuksesan atau akan memulai hal besar seperti ini akan ada musik pengiring yang mengiringi langkah-langkah yang Anda ambil. Bukan seperti iklan TV yang menceritakan entrepreneur sukses lho.. Tidak ada saudara.. this is real life bro..sis.. Enaknya adalah, kalau suatu saat di tengah perjalanan Anda menemui kesulitan – dan pasti akan Anda temui – tidak akan ada musik sedih yang mengiringi. Jadi maksudnya apa? Ya… semuanya netral-netral saja. Tergantung Anda sendiri mau memainkan musik yang mana di hati Anda. Be realistic.. and Be Brave.. kata Alexander the Great.. Tuhan bersama orang-orang yang berani.

Tanya Om, “kalau saya tidak punya Persiapan bagaimana? tapi saya pingin berwirausaha ?”
Hmmm… good question… kata yang sering dipakai mantan bos saya dulu.
Gini Bos… gitu aja kok repot.. Berarti ente cocoknya sama langkah yang berikutnya.

Langkah 3: Melangkah saja. Kadang-kadang kita perlu belajar dari anak-anak kecil. Inget gak dulu waktu kecil. Jatuh, nangis, terus… bangkit lagi. Berantem, nangis,… baikan lagi. Gak dibeliin mainan, nangis,.. diem lagi.
Wooow it was a beatiful life, isn’t it? Jadilah anak kecil, jadilah seperti Anda yang dahulu. Anda yang begitu perkasa saat menjadi anak-anak. Anda yang tidak takut apa pun (kecuali paling sama gelap, hantu, tikus,.. hmm banyak juga ya hahaha..).

Melangkah sajalah bung, karena kalau diam, apa yang didapat? Apa yang di harap? seumur-umur perjalanan hidup manusia yang sudah berlangsung ribuan tahun, seingat saya Tuhan belum pernah lho menurunkan hujan emas kayak di film Indiana Jones. Perubahan tidak ada akan pernah terjadi. Tetapi kalau Anda melangkah, walaupun masa depan itu tidak pasti, berita gembiranya adalah segala sesuatunya mungkin terjadi lho! (ini kata Om Mario Teguh) Termasuk sukses besoaaar yang menanti

Jangan Mimpi Terlalu Tinggi 
 
Meski sudah banyak diulang-ulang oleh berbagai motivator, sudah ditulis di berbagai buku marketing dan motivasi, tapi tetap aja mimpi bagi sebagian besar orang hanyalah bunga tidur. Bahkan masih ada yang punya anggapan kuno :
“Jangan Mimpi terlalu tinggi, kalau jatuh sakit nanti”
Herannya banyak yang menelan mentah-mentah pepatah ini entah siapa yang memulainya. Padahal kalau mau mengorek-orek lagi sebenarnya banyak hal yang perlu ditanyakan dalam pepatah itu.
Mari mulai dengan kata Mimpi terlalu tinggi. Seberapa tinggi mimpi yang disebut terlalu tinggi itu? Apakah mimpi bisa umroh bersama keluarga dan kedua orang tua termasuk tinggi? Ataukah punya pesawat, helikopter dan tamasya ke luar angkasa yang disebut terlalu tinggi? Tak ada indikator yang jelas. Dan anehnya hanya dengan mengatakan jangan mimpi terlalu tinggi rata-rata kita menafsirkan dengan jangan bermimpi. Nah, makin aneh bukan?
Yang nggak boleh kan mimpi terlalu tinggi, tapi kenapa kok malah ditafsirkan jangan bermimpi? Artinya ada masalah dengan sistem penafsiran kita, atau ada yang salah dengan kejiwaan kita. Kalimat berikutnya juga cukup menampar, kalau jatuh sakit nanti. Oke, seperti apa jatuh dari mimpi itu dan seberapa sakit? Coba jawab! Jatuh dari tempat tidur? Itu sih bukan jatuh dari mimpi. Coba pejamkan mata lalu bayangkan anda punya helicopter pribadi, lalu naik pesawat ulang alik jalan-jalan mengitari bulan. Bayangkan anda makan malam dengan Bill Clinton, Barrack Obama dan pangeran Arab dalam satu meja membicarakan perdamaian Palestina
Lagi asyik-asyiknya berdiskusi, tiba-tiba gempa bumi dan muncul retakan sedalam 100 KM dan anda bertiga terjatuh di lubang itu… Aaaaaaaahhh….. !!
Buka mata anda dan cari bagian mana yang sakit?
Maksudnya bukan gitu mas, bukan sakit fisik tapi sakit hati…
Oke coba periksa apakah anda sakit hati gara-gara nggak jadi ketemu barrack obama yang barusan anda impikan? Saya yakin kalau kita mimpi beneran dalam tidurpun kita nggak akan sakit hati. Santai aja lagi. Ngapain juga sakit hati pada mimpi sendiri.
Jika kita ingat kisah Rasulullah SAW saat perang Khandaq, beliau mengatakan Islam akan menguasai Roma. Islam akan menguasai Persia. Padahal waktu itu perbandingan kekuatan Islam dan Roma adalah seperti tentara negeri kita berbanding Amerika sekarang. Apakah saat itu Rasulullah mimpi terlalu tinggi?
Nah, mulailah mimpikan hal-hal yang anda inginkan dan percayalah benar bahwa suatu saat nanti Allah akan mewujudkannya.
Aamiin Yaa Robbal ‘Aalamiin
Wallahu’alam…