-->
JellyPages.com
Showing posts with label pengusaha. Show all posts
Showing posts with label pengusaha. Show all posts

Wednesday, January 9, 2013


Membentuk Entrepreneur Muda yang Soleh

L

“sebaik-baik usaha adalah usaha orang-orang yang berniaga (pengusaha atau entrepreneur), yang jika berbicara tidak berdusta, jika diberi amanat tidak berkhianat, jika berjanji tidak meleset, jika membeli tidak mencela (barang yang akan di belinya), jika menjual tidak memuji-muji (barang yang akan dijualnya), jika berhutang tidak menunda-nunda pembayarannya, dan jika berpiutang tidak mempersulit (orang yang berhutang).” (HR. Baihaqi).
Nabi Muhammad SAW, melalui hadis di atas, mengajarkan kepada kita tentang profesi usaha yang paling baik menurut beliau. Yaitu, singkatnya, profesi menjadi pengusaha atau entrepreneur yang bermoral. Pada hadis lain beliau mengatakan: “Para pengusaha (entrepreneur) akan dibangkitkan sebagai pendurhaka, kecuali pengusaha yang bertakwa kepada Allah, yang berlaku baik, dan jujur.” (HR. At-Tirmidzi).
Dari dua hadis diatas, kita menangkap pesan penting dari baginda Nabi, yaitu bahwa beliau menyukai profesi pengusaha, sebagaimana beliau sendiri adalah pengusaha. Tapi, beliau juga mengingatkan bahwa pengusaha yang benar adalah pengusaha yang soleh. Menjadi pengusaha saja, tanpa dibarengi dengan akhlak atau moral yang baik, malah mendapat konotasi buruk, yaitu sebagai pendurhaka. Jadi, dengan ajaran itu sesungguhnya Islam telah member tempat terbaik bagi profesi pengusaha yang bermoral.
Mudah-mudahan harapan kita tidak hanya tergiring menjadi entrepreneur sukses, tetapi sekaligus tertuntun menjadi entrepreneur sukses yang soleh, sebagaimana yang dipuji oleh Rasulullah sebagai profesi yang paling baik di antara sekian banyak profesi.
Selamat mempersiapkan diri menjadi entrepreneur soleh! Insya Allah, anda akan dicintai oleh bank dan mitra usaha-usaha anda. Anda akan member manfaat bagi lingkungan hidup anda.

Sunday, January 6, 2013

Mahasiswa Juga Bisa Jadi Pengusaha !!


Berawal dari sebuah perjuangan dan keinginan serta kegigihan yang amat sangat tinggi sehingga membuat aliran darah mengalir dengan derasnya mensuplai ke seluruh tubuh untuk segera bangkit dalam semangat yang sangat membara terhadap cita-cita yang tinggi untuk menjadi seorang Wirausaha sukses atau Success Entrepreneur.

Sukses dan bahagia adalah harapan dari semua umat manusia, terutama orang tua yang senantiasa berdoa dalam setiap derap hidupnya untuk menjadikan anak didiknya menjadi seorang yang sukses dan berguna buat banyak orang, Keluarga, Masyarakat, bagi bangsa dan Negara.

Ketika memasuki dunia Maha yaitu gelar yang hanya di miliki oleh dua subjek, yang Pertama, dimiliki oleh Sang maha dari segala maha yaitu Maha Pencipta, lalu yang Kedua, Maha yang di miliki oleh Manusia pada masanya yaitu Maha siswa. Kampus adalah tempat dimana mahasiswa untuk berkarya, mengUpgrade diri menjadi Agent of Change, Social Control, dan Iron Stok.

Menjadi pengusaha siapa yang tak ingin? Apalagi jika kita bisa menjadi pengusaha sukses, senang rasanya. Kapan bisa jadi pengusaha? Apa harus selesai kuliah, dapat kerja bagus, punya relasi banyak dan dikasih modal uang cukup besar? Teorinya sih begitu!

Kalau begitu, tak punya pengalaman kerja, tak punya relasi dan tak punyak banyak uang, tak bisa jadi pengusaha? Jika belum selesai kuliah, berarti kita belum bisa jadi pengusaha?

Sebuah teori yang berat, sulit dan susah, jika begitu. Kesimpulannya, mahasiswa tak bisa jadi pengusaha sebelum tamat kuliah. Adanya keinginan yang keras dari diri kita untuk berani mencoba sesuatu hal hal baru. Kita harus mampu segenap yang ada dalam diri untuk berkelana. Untuk mendapatkan apa yang kita inginkan kita harus berani menerobos segala hambatan yang ada didepan mata. Sebuah teori yang mengatakan mahasiswa tak bisa menjadi pengusaha- apalagi pengusaha sukses sebelum tamat kuliah- takkkan berlaku bagi mereka yang memiliki keinginan tinggi untuk maju.

Mahasiswa juga bisa menghadang teori tersebut dengan teori berikut ;
1. Apakah ada jaminan penuh menjadi pengusaha sukses itu adalah mahasiswa yang telah tamat kuliah?
2. Apakah ada jaminan penuh menjadi pengusaha sukses itu adalah sarjana yang telah dapat kerja dan berpengalaman?
3.Apakah ada jaminan penuh menjadi pengusaha sukses itu adalah orang kantoran yang telah memiliki relasi banyak?
4. Apakah ada jaminan penuh menjadi pengusaha sukses itu adalah orang yang telah memiliki modal yang cukup besar?

Ternyata, banyak tamatan kuliah yang tak dapat kerja. Banyak sarjana yang tak dapat kerja bagus. Banyak orang kantor yang memiliki relasi sedikit, malah tak punya selain teman kantoran. Banyak juga orang yang punya banyak uang selalu dan sering bangkrut. Banyak juga sarjana, karyawan, orang yang punya banyak uang tak tahu bagaimana memulai sebuah usaha, menjalankan dan mengembangkan.

Ternyata, banyak juga orang tak kuliah bisa menjadi pengusaha dan sukses. Banyak sarjana yang tak dapat kerja apalagi kerja bagus jadi pengusaha dan sukses. Banyak juga orang yang tak memiliki jaringan bagus menjadi pengusaha dan sukses. Banyak juga orang yang punya modal uang sedikit malah tak punya uang jadi pengusaha dan sukses.

Jadi kenapa seorang mahasiswa harus pesimis untuk jadi pengusaha dan sukses? Teori-teori dan kenyataan-kenyataan yang telah dipaparkan diatas mampu meyakinkan mahasiswa bahwa teori sebelumnya adalah teori tanpa jaminan 100%.

Setiap manusia diberikan Allah SWT kelebihan dari serba kekurangan yang ada pada diri. Kelebihan yang ada pada diri manusia diantaranya adalah potensi diri. Sebagian dari kita kadang, menyadari potensi yang ada dalam diri masing-masing. Sebagian lain tidak, justru tidak menyadari atau mengetahui kalau dalam dirinya terdapat potensi yang bisa dikembangkan.

Adanya sebuah keinganan mecapai/mendapatkan/memperoleh sesuatu membuat kita sering memikirkan bagaimana caranya. Disaat kita tidak menyadari potensi yang ada dalam diri -dan atau kita menyadari namun tidak bisa mengolahnya- selalu membuat kita buntu, hingga kita sering tergantung pada pihak lain. Padahal segala potensi dalam diri kita mampu membuat kita memperoleh semuanya.

Namun, ada juga kalimat-kalimat klise yang mengatakan seperti ini,
teorinya saja mudah jadi pengusaha, kenyataan kan ga!
jadi pengusaha? jangan mimpi dong!
hidup susah begini menjadi pengusaha, mana mungkin?
mahasiswa jadi pengusaha, mimpi kali ye!

Tips-tips alamiah atau sederhana kadang lebih sangat menolong dalam memulai usaha. Kebanyakan orang, tidak terkecuali mahasiswa menemui jalan buntu bagaimana memulai sebuah usaha. Yang menjadi beban pikiran bagi mereka ada dua hal, yaitu : Bagaimana agar tak rugi dan bagaimana bisa dapat untung banyak.
Masalah utamanya adalah bagaimana seorang mahasiswa memulai dari kewirausahaan.

Mahasiswa sebagai agen penggerak perubahan di negeri ini yang akan memegang estafet kepemimpinan di masa mendatang harus berperan aktif untuk menjadi pelopor terbentuknya perekonomian nasional yang tangguh. Oleh karena itu sudah saatnya dilakukan perubahan paradigma berpikir dikalangan mahasiswa. Yaitu dari pola pikir sempit mencari kerja setelah lulus kuliah menjadi pencipta lapangan kerja yang berbasis pada penciptaan usaha kecil dan menengah, sehingga bangsa Indonesia dapat menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

Untuk itu dibutuhkan pengetahuan dan kemampuan wirausaha yang dirintis sejak dari bangku kuliah.
Kemampuan wirausaha merupakan modal dasar bagi seseorang yang ingin bergerak di bidang usaha tertentu. Ada sebagian orang yang percaya bahwa kemampuan wirausaha adalah bakat yang dibawa sejak lahir. Pendapat ini keliru. Kemampuan wirausaha bukanlah karena faktor bakat, tetapi juga akan timbul dan terasah melalui faktor lain, serpeti pengalaman-pengalaman, seminar-seminar dan pelatihan-pelatihan kewirausahaan.




Tips Sederhana Mulai Berwirausaha


Menurut Anda bagaimana cara yang paling tepat berwirausaha ?
Berikut adalah 3 langkah sederhana untuk berwirausaha:

Langkah 1: Bersiaplah. Bersiaplah untuk menjadi bos bagi diri sendiri. Tidak ada lagi yang mengatur jadwal Anda. Hadapilah dengan sukacita. Kalau pun Anda memulai bisnis karena salah satunya adalah karena lingkungan kerja Anda yang sebelumnya kurang mendukung (misal: bos yang tidak koperatif, rekan kerja yang seenaknya sendiri, kemacetan yang menghabiskan waktu berjam-jam usia Anda dll). Lupakan semua itu karena Anda akan memasuki dunia baru yang menyenangkan.
Kalau selama ini Anda berangkat kerja sebelum matahari terbit dan pulang setelah matahari terbenam,.. hadapilah kenyataan yang menyenangkan bahwa sebentar lagi semuanya akan berubah. Jam 10 pagi Anda bisa duduk-duduk di Mall, meeting sambil makan siang, bisa menjemput anak sekolah, dll.

Kalau Anda memulai berwirausaha dengan keadaan lingkungan kerja sebelumnya yang menyenangkan, misal: bos yang mendukung, teman-teman yang mendukung, keluarga mendukung.. Wow.. apalagi yang Anda butuhkan selain itu semua? Anda sudah mempunyai harta karun. Jagalah baik-baik karena Anda akan lebih membutuhkannya sebentar lagi. Bersiaplah karena Anda akan menghadapi kenyataan yang menyenangkan! Jadi kapan Anda memulai?

Kalau Anda tanya persiapan apa yang perlu dipersiapkan untuk berwirausaha saya sependapat dengan Bob Sadino, Pertanyaan yang baik adalah pertanyaan yang dijalankan. Mengapa? Karena sesungguhnya Anda sudah tahu jawabannya bukan? Anda hanya ingin supaya ada ‘rasa aman’ dengan bertanya seperti itu. Selama ini Anda merasa aman dengan pekerjaan yang Anda jalani. Menerima gaji pada tanggal yang tetap, pekerjaan yang harus dilakukan sudah ada, tinggal dikerjakan, kalau pun ada kurang-kurangnya ya itu wajarlah, selama manusia masih bernafas, ia tidak akan merasa puas. jadi kalau Anda bertanya apa yang perlu dipersiapkan, jawaban dari saya adalah…

Tidak.. tidak..tidak.. saudara.. tidak ada hal baku yang perlu dipersiapkan. Tidak ada prosedur bakunya. tidak ada SOP-nya. Anda nanti yang harus membuat sendiri aturannya. Satu hal yang penting, kata DR bakmi H. Wahyu Saidi, MSc., gunakan 1/3 saja anggaran yang ada untuk memulai usaha jika Anda baru pertama kali memulainya. Sisanya gunakan untuk berjaga-jaga. Anda boleh percaya, boleh juga tidak lho..Asal tekad sudah bulat, hati sudah mantab, tancap maaang….

Langkah 2: Memulai. Mulailah berwirausaha sekarang juga. Kalau belum bisa 100% mulailah sedikit demi sedikit dahulu. Jangan karena sangat bersemangat kemudian Anda lupa menghitung resiko yang Anda ambil. Apalagi bila Anda habis menghadiri seminar. Wah..wah..wah.. Saran saya, jangan memulai bisnis ketika emosi Anda tidak stabil. Lebih jauh lagi, hindari mengambil keputusan saat emosi tidak stabil.

O iya, ini bukan dunia sinetron di mana ketika Anda mencapai kesuksesan atau akan memulai hal besar seperti ini akan ada musik pengiring yang mengiringi langkah-langkah yang Anda ambil. Bukan seperti iklan TV yang menceritakan entrepreneur sukses lho.. Tidak ada saudara.. this is real life bro..sis.. Enaknya adalah, kalau suatu saat di tengah perjalanan Anda menemui kesulitan – dan pasti akan Anda temui – tidak akan ada musik sedih yang mengiringi. Jadi maksudnya apa? Ya… semuanya netral-netral saja. Tergantung Anda sendiri mau memainkan musik yang mana di hati Anda. Be realistic.. and Be Brave.. kata Alexander the Great.. Tuhan bersama orang-orang yang berani.

Tanya Om, “kalau saya tidak punya Persiapan bagaimana? tapi saya pingin berwirausaha ?”
Hmmm… good question… kata yang sering dipakai mantan bos saya dulu.
Gini Bos… gitu aja kok repot.. Berarti ente cocoknya sama langkah yang berikutnya.

Langkah 3: Melangkah saja. Kadang-kadang kita perlu belajar dari anak-anak kecil. Inget gak dulu waktu kecil. Jatuh, nangis, terus… bangkit lagi. Berantem, nangis,… baikan lagi. Gak dibeliin mainan, nangis,.. diem lagi.
Wooow it was a beatiful life, isn’t it? Jadilah anak kecil, jadilah seperti Anda yang dahulu. Anda yang begitu perkasa saat menjadi anak-anak. Anda yang tidak takut apa pun (kecuali paling sama gelap, hantu, tikus,.. hmm banyak juga ya hahaha..).

Melangkah sajalah bung, karena kalau diam, apa yang didapat? Apa yang di harap? seumur-umur perjalanan hidup manusia yang sudah berlangsung ribuan tahun, seingat saya Tuhan belum pernah lho menurunkan hujan emas kayak di film Indiana Jones. Perubahan tidak ada akan pernah terjadi. Tetapi kalau Anda melangkah, walaupun masa depan itu tidak pasti, berita gembiranya adalah segala sesuatunya mungkin terjadi lho! (ini kata Om Mario Teguh) Termasuk sukses besoaaar yang menanti

Entrepreneur Muda Nan Shaleh

Entrepreneur Muda Nan Shaleh



“sebaik-baik usaha adalah usaha orang-orang yang berniaga (pengusaha atau entrepreneur), yang jika berbicara tidak berdusta, jika diberi amanat tidak berkhianat, jika berjanji tidak meleset, jika membeli tidak mencela (barang yang akan dibelinya), jika menjual tidak memuji-muji (barang yang akan dijualnya), jika berhutang tidak menunda-nunda pembayarannya, dan jika berpiutang tidak mempersulit (orang yang berhutang).” (HR. Baihaqi).
Nabi Muhammad SAW, melalui hadis di atas, mengajarkan kepada kita tentang profesi usaha yang paling baik menurut beliau. Yaitu, singkatnya, profesi menjadi pengusaha atau entrepreneur yang bermoral. Pada hadis lain beliau mengatakan: “Para pengusaha (entrepreneur) akan dibangkitkan sebagai pendurhaka, kecuali pengusaha yang bertakwa kepada Allah, yang berlaku baik, dan jujur.” (HR. At-Tirmidzi).
Dari dua hadis diatas, kita menangkap pesan penting dari baginda Nabi, yaitu bahwa beliau menyukai profesi pengusaha, sebagaimana beliau sendiri adalah pengusaha. Tapi, beliau juga mengingatkan bahwa pengusaha yang benar adalah pengusaha yang soleh. Menjadi pengusaha saja, tanpa dibarengi dengan akhlak atau moral yang baik, malah mendapat konotasi buruk, yaitu sebagai pendurhaka. Jadi, dengan ajaran itu sesungguhnya Islam telah member tempat terbaik bagi profesi pengusaha yang bermoral.
Mudah-mudahan harapan kita tidak hanya tergiring menjadi entrepreneur sukses, tetapi sekaligus tertuntun menjadi entrepreneur sukses yang soleh, sebagaimana yang dipuji oleh Rasulullah sebagai profesi yang paling baik di antara sekian banyak profesi.


Selamat mempersiapkan diri menjadi entrepreneur soleh! Insya Allah, anda akan dicintai oleh bank dan mitra usaha-usaha anda. Anda akan memberi manfaat bagi lingkungan hidup anda.


Seorang lelaki melamar pekerjaan sebagai office- boy di istana. Staf istana mewawancarai dia dan memberi tugas membersihkan lantai sebagai tesnya.

Ilustration

"Kamu diterima," katanya. "Berikan alamat e-mailmu dan saya akan mengirim formulir untuk diisi dan pemberitahuan kapan kamu mulai kerja."
Lelaki itu menjawab, "Tapi saya tidak punya komputer, apalagi e-mail."

"Maaf," kata staf itu. "Kalau kamu tidak punya e-mail, berarti kamu tidak hidup dan tidak bisa diterima bekerja."

Lelaki itu pergi dengan harapan kosong. Dia tidak tahu apa yang harus dilakukan hanya dengan sedikit uang di dalam kantongnya. Setelah berpikir panjang, ia memutuskan untuk pergi ke pasar & membeli 10 kg tomat. Ia menjual tomat itu dari rumah ke rumah (door-to-door).

Kurang dari 2 jam, dia berhasil melipatgandakan modalnya. Dia melakukan pekerjaan ini tiga kali, dan pulang dengan membawa uang yang cukup untuk hidup beberapa hari. Dia pun sadar bahwa dia bisa bertahan hidup dengan cara ini.

Ia mulai pergi bekerja lebih pagi dan pulang lebih larut. Uangnya menjadi lebih banyak 2x sampai 3x lipat tiap hari. Dia pun membeli gerobak, lalu truk, dan akhirnya ia memiliki armada kendaraan pengiriman sendiri.

Lima tahun kemudian, lelaki yang tekun dan pekerja keras itu sudah menjadi salah satu pengusaha makanan terbesar. Ia mulai merencanakan masa depannya bersama keluarga dan memutuskan untuk memiliki asuransi jiwa.

Ia menghubungi broker asuransi. Sang broker pun menanyakan alamat e-mailnya. Lelaki itu menjawab, "Saya tidak punya e-mail."

Sang broker bertanya dengan penasaran,"Ah anda pasti bercanda, mana mungkin anda bisa sesukses ini kalo e-mailpun anda tak punya?". Lelaki itu menjawab, "Ya saya memang tidak pintar, tapi saya telah membangun ini semua dengan impian dan kerja keras".

"Anda tidak punya e-mail, tapi sukses membangun sebuah usaha besar. Bisakah Anda bayangkan, sudah jadi apa Anda kalau punya e-mail?"

Lelaki itu menjawab, "Ya, saya akan menjadi office boy di istana"

Sahabat-sahabat terkasih, kisah inspirasi ini mengingatkan kita bahwa jangan pernah jadikan keterbatasan yang orang lain ukurkan kepada anda sebagai suatu tolak ukur keberhasilan hidupmu.

Sukses tidak didapatkan karena kita lebih mengetahui sesuatu daripada orang lain, melainkan karena kita TELAH melakukan sesuatu yang tidak orang lain ketahui.

Ada Artikel menurut saya bagus untuk dibaca, dikutip dari TDA community "Bosan terkungkung di perusahaan yang memasung kreativitas?" Mungkin itu salah satu dari sederet alasan mengapa orang hijrah untuk membangun bisnis sendiri. Alasan lain, ingin mereguk kepuasan pribadi, menggenjot pendapatan, mendambakan kebebasan, hingga rindu waktu yang lebih leluasa bareng keluarga. Apapun alasan untuk menyalakan bisnis sendiri, Anda bisa memilih menjadi freelancer atau entrepreneur. Anda termasuk yang mana?

Ada yang salah dengan salah satu dari freelancer atau entrepreneur? Tidak, keduanya dibekali kelebihan masing-masing. Nah, kenapa musti peduli posisi kita apakah menjadi freelancer atau entrepreneur? Tentunya dengan memahami posisi itu, kita bisa ambil ancang-ancang. Apakah setia menjadi freelancer atau akan beranjak menjadi entrepreneur. Berikut perbedaannya, menurut Isabel M Isidro dari PowerHomebiz.com
Menjadi entrepreneur, berarti membangun bisnis hingga lebih besar dari dirinya sendiri, mengundang gelontoran dana pemodal dan mungkin hingga meluncurkan IPO (Initial Public Offering). Pada dasarnya, impian entrepreneur adalah mentransformasikan bisnis mungilnya, menjelma lebih besar atau jika mungkin menjadi konglomerasi. Seorang entrepreneur tak akan segan bekerja ekstra keras, ekstra beban kesibukan kerja, demi mewujudkan impiannya. Bahkan, tak akan jeri menghadapi risiko keuangan dan bejibun tantangan.

Di sisi lain, seorang freelancer lebih mendambakan kebebasan dan pendapatan dari usaha "menjual" dirinya. Freelancer tidak (atau belum) ingin menjalankan organisasi yang lebih besar. Sebaliknya, mereka membangun bisnis dalam skala lebih kecil yang membuatnya lebih nyaman dan lebih bebas. Gagasannya adalah menjadi seorang bos bagi dirinya sendiri itulah yang penting. Tipe pebisnis seperti ini lebih suka menjadi ikan besar di kolam kecil ketimbang menjadi ikan kecil di kolam besar. Memburu investor bukan prioritas bagi seorang freelancer karena pertimbangan tak ingin membagi kontrol atas usahanya. Freelancer tak terlalu ambil pusing dengan bisnisnya yang berputar tak terlalu cepat, karena tak mau pening oleh cawe-cawe pemilik dana pihak ketiga.
Anda seorang freelancer jika tertarik lifestyle yang lebih leluasa, kebebasan mengontrol waktu dan tak terlalu berisiko. Anda sendiri yang memutuskan dan berkuasa penuh, bukan pemodal yang haus akan keuntungan dari dana yang mereka tanamkan. Klienlah yang butuh profesionalitas Anda. Tidak berarti Anda harus bekerja dari dalam kamar atau garasi rumah. Anda bisa punya kantor sendiri ditemani beberapa karyawan. Jika Anda punya PR (Public Relation) agensi dengan sederet publikasi mentereng, Anda tetap seorang freelancer. Kenapa? Karena produk yang ditawarkan berbasis Anda sendiri. Anda punya gawean relatif mapan dan kontrol dalam genggaman sendiri dengan tetap menjadi freelancer.

Sementara, Anda beranjak ke arah entrepreneur jika akan membangun organisasi yang lebih besar dan ingin tumbuh dengan kencang. Karakteristik dari entrepreneur adalah impian meraup pendapatan yang jauh lebih besar. Entrepreneur tidak keberatan berbagi kontrol dengan pemodal atau strategi lainnya agar bisnisnya menggurita. Dan sangat paham bahwa entrepreneurship adalah menantang risiko.
Nah, dengan kejelasan beda antara freelancer dan entrepreneur, Anda akan lebih gampang mengambil posisi dan membidik langkah selanjutnya.