JellyPages.com
Showing posts with label COBA. Show all posts
Showing posts with label COBA. Show all posts

Sunday, January 6, 2013

Mahasiswa Juga Bisa Jadi Pengusaha !!


Berawal dari sebuah perjuangan dan keinginan serta kegigihan yang amat sangat tinggi sehingga membuat aliran darah mengalir dengan derasnya mensuplai ke seluruh tubuh untuk segera bangkit dalam semangat yang sangat membara terhadap cita-cita yang tinggi untuk menjadi seorang Wirausaha sukses atau Success Entrepreneur.

Sukses dan bahagia adalah harapan dari semua umat manusia, terutama orang tua yang senantiasa berdoa dalam setiap derap hidupnya untuk menjadikan anak didiknya menjadi seorang yang sukses dan berguna buat banyak orang, Keluarga, Masyarakat, bagi bangsa dan Negara.

Ketika memasuki dunia Maha yaitu gelar yang hanya di miliki oleh dua subjek, yang Pertama, dimiliki oleh Sang maha dari segala maha yaitu Maha Pencipta, lalu yang Kedua, Maha yang di miliki oleh Manusia pada masanya yaitu Maha siswa. Kampus adalah tempat dimana mahasiswa untuk berkarya, mengUpgrade diri menjadi Agent of Change, Social Control, dan Iron Stok.

Menjadi pengusaha siapa yang tak ingin? Apalagi jika kita bisa menjadi pengusaha sukses, senang rasanya. Kapan bisa jadi pengusaha? Apa harus selesai kuliah, dapat kerja bagus, punya relasi banyak dan dikasih modal uang cukup besar? Teorinya sih begitu!

Kalau begitu, tak punya pengalaman kerja, tak punya relasi dan tak punyak banyak uang, tak bisa jadi pengusaha? Jika belum selesai kuliah, berarti kita belum bisa jadi pengusaha?

Sebuah teori yang berat, sulit dan susah, jika begitu. Kesimpulannya, mahasiswa tak bisa jadi pengusaha sebelum tamat kuliah. Adanya keinginan yang keras dari diri kita untuk berani mencoba sesuatu hal hal baru. Kita harus mampu segenap yang ada dalam diri untuk berkelana. Untuk mendapatkan apa yang kita inginkan kita harus berani menerobos segala hambatan yang ada didepan mata. Sebuah teori yang mengatakan mahasiswa tak bisa menjadi pengusaha- apalagi pengusaha sukses sebelum tamat kuliah- takkkan berlaku bagi mereka yang memiliki keinginan tinggi untuk maju.

Mahasiswa juga bisa menghadang teori tersebut dengan teori berikut ;
1. Apakah ada jaminan penuh menjadi pengusaha sukses itu adalah mahasiswa yang telah tamat kuliah?
2. Apakah ada jaminan penuh menjadi pengusaha sukses itu adalah sarjana yang telah dapat kerja dan berpengalaman?
3.Apakah ada jaminan penuh menjadi pengusaha sukses itu adalah orang kantoran yang telah memiliki relasi banyak?
4. Apakah ada jaminan penuh menjadi pengusaha sukses itu adalah orang yang telah memiliki modal yang cukup besar?

Ternyata, banyak tamatan kuliah yang tak dapat kerja. Banyak sarjana yang tak dapat kerja bagus. Banyak orang kantor yang memiliki relasi sedikit, malah tak punya selain teman kantoran. Banyak juga orang yang punya banyak uang selalu dan sering bangkrut. Banyak juga sarjana, karyawan, orang yang punya banyak uang tak tahu bagaimana memulai sebuah usaha, menjalankan dan mengembangkan.

Ternyata, banyak juga orang tak kuliah bisa menjadi pengusaha dan sukses. Banyak sarjana yang tak dapat kerja apalagi kerja bagus jadi pengusaha dan sukses. Banyak juga orang yang tak memiliki jaringan bagus menjadi pengusaha dan sukses. Banyak juga orang yang punya modal uang sedikit malah tak punya uang jadi pengusaha dan sukses.

Jadi kenapa seorang mahasiswa harus pesimis untuk jadi pengusaha dan sukses? Teori-teori dan kenyataan-kenyataan yang telah dipaparkan diatas mampu meyakinkan mahasiswa bahwa teori sebelumnya adalah teori tanpa jaminan 100%.

Setiap manusia diberikan Allah SWT kelebihan dari serba kekurangan yang ada pada diri. Kelebihan yang ada pada diri manusia diantaranya adalah potensi diri. Sebagian dari kita kadang, menyadari potensi yang ada dalam diri masing-masing. Sebagian lain tidak, justru tidak menyadari atau mengetahui kalau dalam dirinya terdapat potensi yang bisa dikembangkan.

Adanya sebuah keinganan mecapai/mendapatkan/memperoleh sesuatu membuat kita sering memikirkan bagaimana caranya. Disaat kita tidak menyadari potensi yang ada dalam diri -dan atau kita menyadari namun tidak bisa mengolahnya- selalu membuat kita buntu, hingga kita sering tergantung pada pihak lain. Padahal segala potensi dalam diri kita mampu membuat kita memperoleh semuanya.

Namun, ada juga kalimat-kalimat klise yang mengatakan seperti ini,
teorinya saja mudah jadi pengusaha, kenyataan kan ga!
jadi pengusaha? jangan mimpi dong!
hidup susah begini menjadi pengusaha, mana mungkin?
mahasiswa jadi pengusaha, mimpi kali ye!

Tips-tips alamiah atau sederhana kadang lebih sangat menolong dalam memulai usaha. Kebanyakan orang, tidak terkecuali mahasiswa menemui jalan buntu bagaimana memulai sebuah usaha. Yang menjadi beban pikiran bagi mereka ada dua hal, yaitu : Bagaimana agar tak rugi dan bagaimana bisa dapat untung banyak.
Masalah utamanya adalah bagaimana seorang mahasiswa memulai dari kewirausahaan.

Mahasiswa sebagai agen penggerak perubahan di negeri ini yang akan memegang estafet kepemimpinan di masa mendatang harus berperan aktif untuk menjadi pelopor terbentuknya perekonomian nasional yang tangguh. Oleh karena itu sudah saatnya dilakukan perubahan paradigma berpikir dikalangan mahasiswa. Yaitu dari pola pikir sempit mencari kerja setelah lulus kuliah menjadi pencipta lapangan kerja yang berbasis pada penciptaan usaha kecil dan menengah, sehingga bangsa Indonesia dapat menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

Untuk itu dibutuhkan pengetahuan dan kemampuan wirausaha yang dirintis sejak dari bangku kuliah.
Kemampuan wirausaha merupakan modal dasar bagi seseorang yang ingin bergerak di bidang usaha tertentu. Ada sebagian orang yang percaya bahwa kemampuan wirausaha adalah bakat yang dibawa sejak lahir. Pendapat ini keliru. Kemampuan wirausaha bukanlah karena faktor bakat, tetapi juga akan timbul dan terasah melalui faktor lain, serpeti pengalaman-pengalaman, seminar-seminar dan pelatihan-pelatihan kewirausahaan.




KONSEP SUKSES


SATU PELAJARAN penting yang bisa diambil dari Amal Usaha e-Miracle adalah melihat kenyataan bahwa setiap orang mempunyai peluang sama untuk SUKSES.

Tidak peduli anda kaya atau miskin, pintar atau bodoh, latar belakang pendidikan SD, SMA, atau S3; semua sama. Setiap orang harus menempuh jalan yang sama, jalur yang sama, tantangan yang sama, tangga yang sama, hingga akhirnya mencapai puncak sukses.

Terdapat beberapa hal yang perlu anda ketahui tentang konsep apa itu sukses dan bagaimana untuk sukses, yaitu:

1. Mengukur sikap/mental sukses kita
2. Mau melihat sukses orang lain
3. Konsep Cash Flow Kuadran
4. Belajar Investasi
5. Kekuatan Jaringan
6. Belajar memimpin

1. MENGUKUR SIKAP/MENTAL SUKSES KITA
Untuk menjadi orang sukses, harus mempunyai mental orang sukses. Pertama-tama adalah mengenai impian atau cita-citanya. Orang sukses akan mempunyai impian/cita-cita yang besar, berbeda dengan orang biasa yang hanya mempunyai impian yang sederhana dan mudah diraih. Hal ini penting karena impian/cita-cita tersebut yang menggerakan hidup kita, menyemangati kita untuk maju, memotivasi kita untuk berusaha mengejar impian/cita-cita tersebut. Akan tetapi bila impian/cita-cita tersebut tidak bisa menyemangati kita untuk lebih maju, berarti itu bukan impian/cita-cita melainkan hanya lamunan.

Buka seluas-luasnya pandangan kita ke dunia ini, apa yang kita inginkan atau kebaikan apa yang ingin kita perbuat. Jadikan hal tersebut impian/cita-cita anda dalam hidup ini. Jangan sampai karena kita hanya berkubang di lingkungan kita saja sehingga tidak bisa melihat dunia ini sebenarnya. Seperti halnya ikan yang ada di dalam aquarium tidak akan mempunyai pandangan yang sama luasnya dengan ikan yang ada di dalam samudera.

Sikap sukses kedua adalah Tidak takut gagal. Selama ini di sekolah, di lingkungan kerja, atau keluarga; kita diajarkan supaya tidak pernah gagal tetapi tidak pernah diajarkan cara untuk mengatasi kegagalan. Hal ini yang menyebabkan kita menjadi takut gagal, takut rugi, takut salah, dll; yang pada akhirnya menyebabkan kita memilih diam tetapi tidak pernah gagal daripada berusaha maju dengan resiko gagal.

Intinya di sini adalah bahwa kita mungkin pernah gagal atau mungkin juga dalam usaha kita nanti akan mengalami kegagalan tetapi kita harus bisa bangkit berusaha lagi. Sekarang, semua orang sukses yang namanya terukir dalam sejarah, hidupnya dahulu juga diwarnai oleh kegagalan-kegagalan, tetapi karena sikap Pantang Menyerah mereka, akhirnya mereka bisa Sukses.

2. MAU MELIHAT SUKSES ORANG LAIN
Mungkin kita merasa bahwa hidup kita ini sudah cukup sukses, mapan, baik dari segi karier, kekayaan, dan nama baik. Tetapi marilah kita melihat lebih luas di dunia di luar kita, mungkin ada yang lebih sukses daripada kita, lebih baik daripada kita. Bukan kemudian untuk menjadi jealous atau iri hati dengan melihat kesuksesan orang lain, melainkan untuk memacu diri kita sendiri supaya lebih sukses. Dan yang penting supaya kita tidak menjadi katak dalam tempurung.

Kalau memang ternyata terdapat orang lain yang lebih sukses di puncak yang lain, kita harus memberanikan diri untuk turun kembali dan mulai mendaki puncak tersebut mulai dari nol. Karena itu carilah terlebih dahulu puncak gunung yang tertinggi, yang bisa membawa anda ke puncak sukses tertinggi.

3. KONSEP CASHFLOW KUADRAN
ROBERT T KIYOSAKI dalam bukunya “ The Cashflow Quadrant”, membagi orang menjadi 4 menurut dari mana uangnya berasal:

1. Kelompok pertama, Employer, yaitu kelompok orang yang bekerja untuk mendapatkan gaji tiap bulannya. Termasuk dalam kelompok ini adalah guru, pegawai negeri, profesional kantoran, dan pegawai-pegawai perusahaan. Kelompok Employer bila sudah tidak bekerja, tidak akan mendapatkan gaji lagi. Kecenderungan kelompok ini adalah keamanan/kemapanan dari rutinitas gaji perbulan.

2. Kelompok kedua, Self-Employer, yaitu kelompok yang mendapatkan uangnya dari keahliannya seperti dokter, pengacara, konsultan, tukang, dll. Misalnya mereka mempunyai perusahaan, biasanya mereka yang memimpin langsung dan mereka yang paling ahli diantara stafnya, sehingga tanpa mereka usaha/bisnis mereka tidak akan lancar. Artinya, bila mereka tidak menggunakan keahlian mereka maka uang tidak mengalir.

3. Kelompok ketiga, Bisnis, yaitu orang yang mendapatkan uang dari bisnisnya. Bukan lagi mereka kerja untuk uang tetapi uang yang bekerja untuk mereka. Contoh kelompok ini adalah pemilik korporasi, waralaba, dan distributor network marketing. Kelompok ini tidak bekerja untuk mendapatkan uang tetapi karena mereka ingin bekerja, sikap mental ini yang bertolak belakang dengan kelopok Employer.

4. Kelompok keempat, Investor, yaitu orang yang mendapatkan uang dari usaha mereka menanamkan modal mereka dalam berbagai usaha seperti saham, kepemilikan perusahaan, bank, dll.

Dari CASHFLOW QUADRANT ini, yang perlu diperhatikan adalah sikap mental mencari/mendapatkan uang. Yaitu bagaimana seseorang bekerja berdasarkan keputusannya, keinginannya, dan kesadarannya sendiri tanpa dibebani oleh paksaan bekerja karena kebutuhan akan uang. Oleh karena itu, kita harus berusaha untuk memasuki KUADRAN BISNIS karena disini sikap mental ini terbentuk. Cara termudah masuk di kuadran ini adalah dengan NETWORK MARKETING.

4. BELAJAR INVESTASI
Harus diakui bahwa kuadran yang paling mapan adalah INVESTOR dimana kita menggunakan kelebihan uang kita untuk berinvestasi dalam berbagai usaha dan membuat berbagai usaha. Dan ilmu yang harus dipelajari di kuadran ini adalah cara menggunakan uang seperti orang kaya bukan seperti orang miskin. Maksudnya, kita menggunakan uang kita dengan tepat dan berguna, tidak hanya foya-foya dan hura-hura saja. Kemudian pelajaran untuk mempelajari apakah suatu usaha akan berjalan dengan baik atau tidak sebagai sasaran kita berinvestasi.

Di Amal Usaha e-miracle, bisa kita anggap bahwa belanja produk sebagai investasi. Di sini kita mulai belajar bagaimana berinvestasi dan menjalankan investasi tersebut. Dengan produk Miracle Water, Miracle Juice dan Sauda Plus kita menjadi sehat, dan secara finansial akan tercukupi, serta banyak waktu untuk keluarga. Meskipun saat ini kita belum kaya, tetapi sangat bagus pelajaran untuk menggunakan uang seperti orang kaya.

Ajak, Rawat dan Uswatun Hasanah
Ridwan A Edhy

KAYA DUNIA AKHIRAT