-->
JellyPages.com

Tuesday, January 22, 2013

Pengaruh Kebudayaan Islam di Andalusia (Spanyol) terhadap Perkembangan Ilmu Pengetahuan di Eropa


Pendudukan kaum Muslim atas Spanyol pada abad ke-8 M merupakan jembatan pertama kaum Muslim ke Eropa. Pendudukan ini bahkan dibantu para Uskup Sevilla yang tidak tega membiarkan kebodohan, keterbelakangan, dan kekacauan yang terjadi akibat kekacauan sosial, kerusakan di dalam, dan fitnah golongan. Selanjutnya kaum Muslim menciptakan kestabilan dan keamanan di sana disertai dengan pembangunan dan perkembangan, sehingga Andalusia menjadi daerah di Eropa yang paling kaya dan paling berperadaban.
Kaum Muslimin menundukkan Andalusia pada masa kekhalifahan Walid bin Abdul Malik, melalui tangan panglima Musa bin Nushair dan Tariq bin Ziyad pada tahun 711 M. Setelah itu Andalusia terus berada di bawah kekuasaan Islam hingga jatuhnya Granada pada akhir kerajaan Islam di Spanyol tahun 1492 M.

Sepanjang sejarah, bangsa Eropa memiliki hubungan pasang surut dengan Islam dan kaum muslimin. Pemerintahan Islam di Andalusia, Spanyol pada abad ke-8 hingga abad ke-15, adalah pemerintahan Islam pertama yang berinteraksi dengan bangsa Eropa. Melalui peradaban Islam di Andalusia, Eropa dapat berkenalan dengan keilmuan periode Yunani dan Romawi Kuno. Perilaku manusiawi dan keadaan jauh dari kekerasan yang ditunjukkan kaum muslimin terhadap kaum Kristen Eropa telah membuka pintu gerbang ilmu dan seni yang mengeluarkan Eropa dari abad kegelapan dan kebodohan selama 10 abad.
Melalui Spanyol, kebudayaan Islam menyentuh negara-negara Eropa. Setelah kemajuan Islam di Spanyol mencapai puncaknya, tumbuh sekolah-sekolah dan universitas yang mengkaji berbagai ilmu pengetahuan. Bahasa Arab menjadi bahsa pengantar di sekolah-sekolah atau di universitas bahkan menjadi bahasa resmi pemerintahan. Akibatnya, hampir tidak ada orang Spanyol Kristen yang tidak mengerti bahasa Arab.
Kemajuan ilmu pengetahuan yang dicapai oleh sarjana Muslim Arab tersebut mendorong raja Alfonso pada tahun 830 M meminta dua orang sarjana Spanyol Islam untuk menjadi guru besar putera-puteranya dan ahli warisnya. Proses seperti ini kemudian berlanjut, para cendekiawan Barat banyak yang datang belajar ke pusat-pusat ilmu pengetahuan Spanyol Islam seperti di kota Cordoba, Sevilla, Toledo, dan lain-lain.
Ketika terjemahan terhadap berbagai ilmu pengetahuan seperti ilmu filsafat, astronomi, kedokteran, geografi, matematika, dan sebagainya mendapat perhatian serius di Universitas Toledo yang didirikan pada tahun 1130 M, banyak orang Kristen dari berbagai penjuru Eropa datang belajar di universitas tersebut. Cendekiawan Eropa hasil cetakan Universitas Toledo inilah yang tersebar ke seluruh Eropa yang selajutnya meneruskan usaha penerjemahan berbagai ilmu pengetahuan dari bahasa Arab ke dalam bahasa Latin.
Ulama Muslim seperti Al-Farabi, Ar-Razy, Ibnu Sina, Al-Biruni, Ibn Rusyd dan Abul Qasim al-Zahrawi mengarang ribuan buku dalam bahasa Arab yang kemudian diterjemahkan oleh orang-orang Barat ke dalam bahasa mereka. Di Andalusia, Spanyol yang menjadi pintu gerbang Eropa, Islam menjadi tempat pengembangan budaya dan ilmu pengetahuan. Universitas-universitas Islam dipenuhi mahasiswa untuk menuntut ilmu, sebagian berasal dari negara Italia, Jerman, Perancis, dan Inggris. Kelak merekalah yang mengambil alih pijar ilmu dari Andalusia dan menjadi motor gerakan Renaissance di Eropa.
Gerakan penerjemahan berkembang pesat karena mendapat dukungan raja dan Uskup Gerard Cremenia. Buku-buku yang diterjemahkan adalah karya Ptolemeus, Plato, Aristoteles, Socrates, yang sebelumnya telah diterjemahkan dalam bahasa Arab. Bahasa Arab sendiri dimengerti oleh cendekiawan Eropa yang pernah belajar pada kota-kota pusat ilmu pengetahuan di kerajaan Islam Spanyol. Akhirnya gerakan penerjemahan ini mengantarkan Eropa memasuki babakan baru yang disebut Renaissance.
Dengan kata lain, faktor pendorong Renaissance yang terpenting adalah berasal dari persentuhan antara kebudayaan Islam dengan kebudayaan Eropa melalui aktivitas penerjemahan buku-buku Islam yang memuat berbagai cabang ilmu pengetahuan. Munculnya cendekiawan Eropa yang menguasai berbagai ilmu pengetahuan hasil sarjana Muslim dan selanjutnya berhasil mengembangkannya, menjadikan Eropa mencapai puncak kejayaan dalam bidang ilmu pengetahuan.
Menurut J.B. Bury, Barat berhutang budi kepada Islam dalam bidang filsafat rasionalisme. Barat mengenal rasionalisme setelah terjadi gelombang pengaruh intelektual dari dunia Islam pada akhir abad ke-12. Yaitu dengan diperkenalkannya ajaran-ajaran Ibnu Rusyd di kalangan terpelajar di Western Christendom. Para murid Kristen yang selesai belajar ilmu pengetahuan dari filosof Muslim Arab Andalusia (Spanyol) kemudian kembali ke Eropa diangap sebagai kaum revolusioner oleh pendeta-pendeta Kristen di negerinya. Mereka dijuluki kaum revolusioner karena kedatangan mereka membawa perubahan-perubahan besar dan radikal bagi Eropa dan memainkan peran yang sangat besar dalam mencerahkan Eropa yang sedang berada dalam era kegelapan (dark era).
Banyak ilmuwan Eropa yang berusaha mengecilkan sumbangsih Islam itu. Namun dengan tegas, Montgomery Watt menulis dalam The Influence of Islam on Medieval Europe: “Pengaruh Islam terhadap dunia Kristen Barat lebih besar daripada yang disadari. Tugas penting kita bangsa Eropa Barat, ketika kita menuju zaman satu dunia, adalah mengakui sepenuhnya utang kita kepada bangsa Arab dan Dunia Islam.”
Daftar Pustaka:
Suhelmi, Ahmad. 2001. Pemikiran Politik Barat. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Syahmuharnis & Harry Sidharta. 2006. TQ Transcendental Quotient Kecerdasan Diri Terbaik. Jakarta: Republika.
Salwasalsabila, Syarifa. 2008. Islam, Eropa & Logika. Yogyakarta: O2
Khadhar, Lathifah Ibrahim. 2005. Ketika Barat Memfitnah Islam. Jakarta: Gema Insani Pers.

Monday, January 21, 2013

You are here: Artikel Mengatur Keuangan Secara Sederhana Bagi Para Freelancer Mengatur Keuangan Secara Sederhana Bagi Para Freelancer


Nah, tulisan ini akan membahas salah satu topik dari diskusi pada acara tersebut yaitu bagaimana mengatur keuangan secara sederhana yang bisa diterapkan bagi para freelancer.
Mengapa bahasan keuangan yang menarik perhatian saya? Sebab, dari sekian banyak hal yang dibahas di RuangFreelance Meetup kemarin, salah satu topik yang paling penting dan seru menurut saya adalah keuangan. Bukan semata-mata karena uang merupakan ?€˜bensin?€™ dari perjalanan para freelancer, tetapi juga karena mengatur keuangan memerlukan tips dan trik tertentu.
Saya yakin dari sekian banyak freelancer yang berumur muda, pasti banyak yang memiliki keinginan untuk beli gadget (dari iPhone sampai Android, laptop, mp3, dan sebagainya). Nraktir pacar pun sebisa mungkin jangan di soto pinggir jalan, tapi restoran bernuansa romantis yang harga makanannya agak mahalan dikit untuk membangun brand image kalau freelancer itu banyak duit dan sukses! Hehehe. :D
Memang tidak semuanya demikian, namun tentu tidak ada salahnya untuk sesekali memanjakan diri atau menikmati berbagai macam hal yang memang ingin dilakukan. Lalu, bagaimana caranya agar kita tidak mengalami defisit (pendapatan < pengeluaran)? Untuk mencegahnya, pengaturan keuangan atau money management adalah salah satu solusi yang bisa diterapkan bagi para freelancer.
Catat Pemasukan
Freelancer terkadang identik dengan tidak bisa mendapatkan pemasukan yang tetap akibat dari fluktuasi jumlah klien dan fluktuasi pembayaran setiap bulannya. Memang benar kalau dunia freelance adalah tentang fleksibilitas, namun tidak ada salahnya kalau kita punya catatan lengkap tentang jumlah uang yang kita dapatkan setiap bulannya dan menyusun anggaran mini, bukan?
Sekedar catatan, beberapa rekan freelancer yang saya kenal bahkan punya target pemasukan tertentu setiap bulannya. Dengan menentukan target dan mencatat pemasukan real/nyata, setidaknya kita bisa tahu seberapa besar uang yang bisa kita kumpulkan dalam satu bulan yang mana pencatatan ini nantinya dapat digunakan untuk mengatur rencana keuangan.
Tentukan Rencana Keuangan
Hal selanjutnya yang bisa dilakukan adalah menyusun rencana keuangan. Pada langkah ini, kita dapat memulainya dengan membuat daftar atau pos-pos keuangan yang ingin kita isi. Secara sederhana, pengeluaran bulanan dapat dibagi menjadi: pengeluaran tetap, pengeluaran insidental, dan tabungan.
Contoh pos-pos yang termasuk ke dalam pengeluaran tetap yaitu: biaya makan-minum, jajan, transportasi, bayar tagihan internet, servis kendaraan, dan sewa kosan. Penyisihan untuk pengeluaran insidental seperti sakit atau kecelakaan (amit-amit) dapat dilakukan sesuai keinginan masing-masing, misalnya sebesar 10% dari penghasilan.
Sedangkan pos tabungan adalah rencana yang kita susun sebagai pegangan jika terjadi hal yang tidak diinginkan, misalnya order dari klien yang sepi atau bisa juga untuk memenuhi rencana khusus untuk masa depan, misalnya: menyicil/beli rumah, menyicil kendaraan, atau menikah.
Seperti yang saya selalu katakan bahwa dunia freelance adalah dunia yang dinamis dan fleksibel, begitu pula pos-pos keuangan untuk setiap freelancer akan berbeda sesuai dengan kebutuhan pekerjaannya masing-masing.
Tetapkan Aturan Ketat
Persepsi orang bahwa orang finance itu galak-galak mungkin ada benarnya, atau lebih tepatnya, mereka menetapkan aturan yang ketat untuk segala hal yang berhubungan dengan keuangan. Dalam hal ini, alangkah baiknya kalau para freelancer ikut mempelajari bagaimana caranya bersikap tegas dalam hal keuangan. Bukan hanya menahan diri untuk tidak membeli barang, lebih luas lagi, tetapi bagaimana caranya mengatur keuangan dengan sebaik mungkin.
Bersikap ketat berarti disiplin, dan disiplin bukan berarti para freelancer tidak bisa membelanjakan keuangannya untuk apa yang dia mau, seperti gadget iPhone 4 mungkin? Yang terpenting bukan memaksa diri untuk tidak belanja apapun tetapi mengatur pengeluaran serta pemasukan dengan sebaik mungkin agar uang yang masuk dan uang yang keluar bisa selaras, seimbang, malah kalau bisa lebih banyak pemasukannya.
Inti dari pengaturan adalah memilah dan memilih untuk mengeluarkan uang pada saat yang tepat dan untuk produk yang tepat pula, misalnya beli iPhone 4, kalau memang mampu dan bisa digunakan untuk menjadi lebih produktif yang bisa dilakukan, atau kalau memang dalam jangka menengah proyek lancar dan direncanakan akan mendapatkan pemasukan yang cukup.
Dengan mengatur keuangan, minimal dengan cara sederhana, saya yakin kenikmatan hidup sebagai freelancer bisa diraih. ;)
Berbagai saran di atas merupakan teknik pengaturan keuangan yang sangat sederhana dan mungkin bisa disebut untuk level pemula, tetapi pada kenyataannya saya sering menemui kondisi dimana para freelancer kurang disiplin dalam pengaturan keuangan atau hanya disiplin pada masa awal-awal saja sehingga gagal mendapatkan apa yang diinginkannya. Inilah yang harus dijaga oleh para freelancer.Semoga tips sederhana di atas bisa berguna atau setidaknya bisa memberikan ide bagi para freeelancer untuk mulai mengatur keuangan mereka, mudah-mudahan saya juga bisa merangkum beberapa hal lagi yang dibagikan pada acara RuangFreelance Meetup baik yang berhubungan dengan keuangan maupun yang berhubungan dengan hal lain. Sampai jumpa di tulisan berikutnya.
Sumber Tulisan http://www.ruangfreelance.com/2011/06/02/mengatur-keuangan-secara-sederhana-bagi-para-freelancer/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=mengatur-keuangan-secara-sederhana-bagi-para-freelancer

Thursday, January 10, 2013

Life Is So Short


Sukses itu sederhana, Sukses tidak ada hubungan dengan menjadi kaya raya, Bahkan sukses itu juga tidak serumit atau serahasia seperti kata Robert T. Kiyosaki, Tung Desem Waringin, maupun Rhonda Bhryne The Secret.

Sukses itu tidak perlu dikejar

SUKSES adalah ANDA !

Karena kesuksesan terbesar ada pada diri Anda sendiri...

Bagaimana Anda tercipta dari pertarungan jutaan sperma untuk membuahi 1 ovum, itu adalah sukses pertama Anda!

Bagaimana Anda bisa lahir dengan anggota tubuh sempurna tanpa cacat hanya dari 2 buah sel yang terus membelah diri menjadi milyaran sel tubuh, itulah kesuksesan Anda kedua...

Lihatlah betapa TUHAN sudah begitu mencintai & melipatgandakan MODAL awal Anda yang hanya 1 sel sperma + 1 sel ovum! Bahkan modal hidup awal tersebut juga bukan dari Anda, melainkan dari kedua orangtua Anda!

Ketika pertama kali Anda masuk ke sekolah dengan riang gembira, bahkan bisa melanjutkan hingga studi S1 bahkan sampai S3, di saat tiap menit ada 10 siswa drop out karena tidak mampu bayar SPP, itulah sukses Anda ketiga... ( Betul gak...? )

Ketika Anda berjuang keras dan berhasil bekerja di perusahaan multinasional, di saat 46 juta orang menjadi pengangguran, itulah kesuksesan Anda keempat... ( Gimana apa masih belum mengakui juga...?)

Ketika Anda masih bisa makan tiga kali sehari, di saat ada 3 juta orang mati kelaparan setiap bulannya itulah kesuksesan Anda yang kelima... ( Masih tetap keras kepalakah...? )

Sukses terjadi setiap hari. Namun Anda tidak pernah menyadarinya. Sukses ada dalam setiap kapiler darah Anda!.... Sukses juga ada dalam setiap sel tubuh Anda!

Anda-lah KESUKSESAN yang dipelihara dengan baik oleh tangan-tangan TUHAN...

Saya sangat tersentuh ketika menonton film Click! yang dibintangi Adam Sandler, "Family comes first", begitu kata-kata terakhir kepada anaknya sebelum dia meninggal.. saking sibuknya si Adam Sandler ini mengejar kesuksesan, uang & karir, ia sampai tidak sempat meluangkan waktu untuk anak & istrinya, bahkan tidak sempat menghadiri hari pemakaman ayahnya sendiri, keluarganya pun berantakan, istrinya yang cantik menceraikannya, anaknya jadi kagak lagi kenal siapa ayahnya... (Menyedihkan kalo dah begini ya)

Sukses selalu dibiaskan oleh penulis buku laris supaya bukunya bisa terus-terusan jadi best seller, dengan membuat sukses menjadi hal yang rumit dan sukar didapatkan dalam buku yang tebalnya ratusan bahkan ribuan halaman...

Sukses tidak melulu soal harta, rumah mewah, mobil sport, jam Rolex, pensiun muda, menjadi pengusaha, punya kolam renang, helikopter, punya istri cantik seperti Donald Trump, atau resort mewah di Karibia...

Namun, tidak banyak buku-buku yang membahas bahwa sukses sejati adalah hidup dengan penuh syukur atas segala rahmat TUHAN setiap detiknya, sukses yang sejati adalah menikmati & bersyukur atas setiap detik kehidupan Anda, pada saat Anda gembira, Anda gembira sepenuhnya, sedangkan pada saat Anda sedih, Anda sedih sepenuhnya, larut namun tidak hanyut...

karena setelah itu Anda sudah harus bersiap lagi menghadapi episode baru lagi, episode hidup yang sudah dipersiapkan dengan rapi oleh SANG SUTRADARA LEGENDARIS...

Sukses sejati adalah hidup benar di jalan Allah SWT, hidup baik, tidak menipu, apalagi scam, saleh & selalu rendah hati, serta tidak sombong. Sukses itu tidak lagi menginginkan kekayaan ketimbang kemiskinan, tidak lagi menginginkan kesembuhan ketimbang sakit,

Sukses sejati adalah bisa menerima sepenuhnya kelebihan, keadaan, dan kekurangan Anda apa adanya dengan penuh syukur...

Pernahkah Anda menyadari?

Anda sebenarnya tidak membeli suatu barang dengan uang... Uang hanyalah alat tukar, jaman dahulu sebelum ada uang orang menerapkan sistem barter...

Apa yang Anda barter dalam hidup Anda?

Anda sebenarnya membeli rumah dari waktu Anda. Ya, Anda mungkin harus kerja siang malam untuk bayar KPR selama 15 tahun atau beli mobil/motor kredit selama 3 tahun. Itu semua sebenarnya tak lain hanyalah Anda dapatkan dari membarter waktu Anda sendiri kawan,

Anda menjual waktu Anda dari pagi hingga malam kepada penawar tertinggi untuk mendapatkan uang supaya bisa beli makanan, pulsa telepon dll

Aset terbesar Anda bukanlah rumah/mobil Anda, TAPI DIRI ANDA SENDIRI, Itu sebabnya mengapa orang pintar bisa digaji puluhan kali lipat dari orang bodoh. Semakin berharga diri Anda, semakin mahal orang mau membeli waktu Anda

Itu sebabnya kenapa harga 2 jam-nya Tony Robbins bicara ngalor ngidul di seminar bisa dibayar 50 ribu dollar atau harga 2 jam seminar Pak Andrie Wongso bisa mencapai 50 juta!!!

Itu sebabnya kenapa Nike berani membayar Tiger Woods & Michael Jordan sebesar 200 juta dollar, hanya untuk memakai produk Nike. Suatu produk bermerk menjadi mahal/berharga bukan karena merk-nya, tapi karena produk tsb dipakai oleh siapa.... (Benar kagak ??)

"Siapa"-lah yang membuat "apa" menjadi berharga
Bukan sebaliknya, "apa" yang menjadikan "siapa" diri Anda menjadi lebih berharga!
Benda hiduplah yang memberi nilai dan energi pada benda mati, bukan sebaliknya...

Itu sebabnya bola basket bekas dipakai Michael Jordan diperebutkan, bisa terjual 80 juta dollar, sedangkan bola basket bekas dengan merk sama yang telah Anda pakai bertahun-tahun, bila kita jual harganya justru malah turun... ( Hehehehehe )

Jadi sunguh ironis jika jaman sekarang orang cenderung menilai orang lain atau teman-temannya, hanya sebatas dari berapa harga Blackberry-nya atau berapa harga tas Louis Vuitton serta Sepatu Jimmy Choo-nya...

Hidup ini kok lucu ya rasanya, kita seperti mengejar fatamorgana, bila dilihat dari jauh, mungkin kita melihat air atau emas di kejauhan yang berkilauan, namun ketika kita kejar dengan segenap tenaga kita & akhirnya kita sampai, yang kita lihat yah cuman pantulan sinar matahari atau corn flakes saja oh...ternyata...

Lucu bila setelah Anda membaca tulisan di atas

Namun Anda masih mengejar fatamorgana tersebut, ketimbang menghabiskan waktu Anda yang sangat berharga bersama dengan orangtua yang begitu mencintai Anda, memeluk hangat istri Anda (bukan istri orang loh..), mengatakan "I love you" kepada orang-orang yang Anda cintai: orang tua, istri, anak, sahabat-sahabat Anda.

Lakukanlah ini selagi Anda masih punya waktu, selagi Anda masih sempat, Anda tidak pernah tahu kapan Anda akan meninggal, mungkin besok pagi, mungkin nanti malam,

LIFE is so SHORT

THE MIRACLE OF ISLAMIC GREETING


Cinta adalah sesuatu benih yang hidup dalam hati dan tumbuh muncul kepermukaan dalam bentuk ekspresi kongkrit dan perilaku riil. Cinta memerlukan ekspresi tersendiri dan esensi syariat Salam dalam Islam lebih dari sekedar simbol formalitas verbal tetapi sebuah ekspresi tulus yang lahir dari perasaan cinta, kasih sayang, doa, harapan, suka cita, motivasi, kepedulian, perhatian, penghargaan dan ikatan batin yang tulus dalam berbagai bentuknya.

Alice Gray memberikan tips mengawetkan hubungan romatis pasangan dalam bukunya List To Live By For Every Married Couple (2002) yaitu dengan memelihara komunikasi efektif melalui berbagai ekspresi perasaan, sukacita, dam keprihatinan yang terdalam. Menurutnya, pernikahan itu dibangun di atas ekspresi-ekspresi kecil penuh kasih sayang dengan menekankan pentingnya ucapan-ucapan selamat dalam berbagai pengalaman penting dan momentum berarti (munasabat) serta sebaliknya mengabadikan kartu ucapan selamat yang terkirim untuk pernikahan, ulang tahun, ulang tahun pernikahan ataupun ucapan spesial apapun merupakan hal yang bermanfaat sebagaimana saran Angela Dean Lund, konsultan kenangan-kenangan kreatif.

Salam merupakan salah satu bentuk pemberian motivasi yang sangat berarti dalam sebuah hubungan agar dapat meningkatkan semangat dalam vitalitas kehidupan fisik material maupun psikologis spiritual, maka karena cinta memerlukan motivasi yang intens dan kontinyu agar tercipta hubungan yang harmonis dan bergairah sepanjang musim, seperti diungkapkan oleh John Gray dalam Men are From Mars, Women are from Venus (1992) sehingga memerlukan manajemen salam dan seni memahami entry point serta titik-titik sensitif serta sentimentil untuk mengeratkan hati pasangan ataupun orang lain (ta’liful qulub). Namun demikian, patut disayangkan, banyak kalangan umat dan aktivis dakwah yang melewatkan dan menyiakan entry point ini membina dan mengeratkan hubungan dengan orang-orang dekatnya serta lingkungan pergaulannya sehingga tercipta hubungan yang loyal, bergairah dan indah.

Sebagai seorang muslim, adalah telah menjadi sebuah keharusan syar’i dan keniscayaan pergaulan untuk mamahami manajemen salam dengan saling membudayakan salam secara positif dan efektif. Banyak sekali dalil syar’i, baik dari Al-Qur'an maupun Al-Hadits yang menganjurkan agar kita selalu memberi salam kepada siapapun termasuk yang kita belum kenal apalagi orang-orang dekat yang telah lama kita kenal. (QS.24:27)

Diriwayatkan dari Abdullah bin ‘Amr bin ‘Ash r.a. bahwasanya seorang laki laki bertanya kepada Rasulullah SAW, apakah Islam yang paling baik itu? beliau menjawab: Engkau memberi makan dan memberi (mengucapkan) salam kepada orang yang kamu kenal dan orang yang belum kamu kenal.” (HR.Muttafaqun 'Alaih )

Rasulullah SAW telah mewasiatkan kepada umat Islam untuk memelihara tujuh perkara yaitu; menjenguk orang sakit, mengikuti jenazah, mendo'akan orang yang bersin, membantu yang lemah, menolong yang didzalimi orang, memberi salam, mengabulkan permintaan seseorang (memohon dengan sumpah kepada Allah). (HR.Muttafaqun 'Alaih)

Imam Ibnu Hibban (w.354 H.) dalam Raudhatul ‘Uqala wa Nuzhatul Fudhala menegaskan bahwa Islam sangat menganjurkan budaya Salam pada hubungan sosial secara umum, karena mengandung hikmah daapat mengikis rasa kebencian, kemarahan dan mencerahkan pergaulan sebagaimana riwayat hadits Nabi saw yang mengatakan bahwa Salam merupakan salah satu nama agung Allah yang dihamparkan di muka bumi, maka tebarkanlah Salam diantara kalian.

Manajemen salam secara baik akan melatih seseorang dapat mengoptimalkan upaya membudaayakan saalam yang merupakan salah satu cara untuk memperkuat persaudaraan khususnya antara sesama muslim, menambah perasaan saling cinta antar sesama orang beriman. Rasullah SAW dalam sebuah hadits menegaskan bahwa tidak akan masuk sorga sehingga orang telah beriman, dan tidak beriman sehingga saling mencintai cara efektif untuk dapat saling mencintai adalah dengan menyebarkan salam. ( HR.Muslim )

Dale Carnegie dalam How to Win Friends and Influence People (1979) mengajarkan bagaimana cara memelihara dan mengeratkan hubungan sosial khususnya ikatan mahligai perkawinan diantara dengan saling memberi salam berupa ucapan selamat dan pujian yang ikhlas serta memberikan perhatian-perhatian pada hal-hal kecil yang menarik pasangan seperti ketika hari ulang tahun peristiwa pernikahan dan kelahiran.

Menghidupkan budaya salam secara kreatif dan inisiatif bagi pribadi pendamba keshalihan akan tumbuh secara mandiri karena kayakinan bahwa salam merupakan kebiasaan tersebut termasuk sebuah ibadah yang dapat menghantarkan kepada sorga sebagaimana pesan Rasulullah SAW dalam sabdanya: “Hai manusia, sebarkanlah salam, berdermalah makanan, hubungkanlah tali persaudaraan (shilaturrahim), shalat malamlah pada saat orang-orang sedang tidur lelap niscaya kalian akan masuk sorga dengan selamat. ( HR.Ahmad, Tirmizi, Ibnu Majah)

Tradisi Salam lahir dan hidup sepanjang sejarah hubungan manusia berlangsung sejak zaman Nabi Adam as. Dalam sebuah hadits diriwayatkan bahwa ketika Allah SWT telah selesai mencipkan Adam as, maka Allah SWT memerintahkan kepada Adam as. untuk menemui dan memberi Salam kepada segolongan malaikat yang sedang duduk menunggu untuk kemudian Adam as diminta mendengarkan apa yang mereka ucapkan sebagai perhormatan kepadanya. Salam yang diucapkan para malaikat kepada Adam as. adalah salam hormat kepadamu dan salam hormat kepada keturunanmu (yang beriman). Maka Adam as berkata: “Assalamu 'alaikum” dan mereka menjawab: “Assalamu'alaikum Warahmatullah”. ( HR.Bukhari )

Pada dasarnya, hukum memberi salam dan menjawabnya adalah berbeda. Memberi salam adalah sebuah sunnah yang dianjurkan sedangkan menjawabnya adalah wajib sebagaimana dikemukakan oleh Ibnu Abdil Barr bahwa para ulama sepakat tentang hal ini. Ketentuan syariat ini menunjukkan bahwa Islam sangat memperhatikan pemeliharaan hubungan dengan mengajarkan pentingnya menghargai ekspresi positif orang lain berupa ucapan selamat dengan cara membalasnya dengan ucapan salam senada atau lebih baik lagi sebagaimana hadits tentang permulaan salam di atas sehingga para ulama sepakat bahwa menambahkan kalimat dalam menjawab salam adalah sesuatu yang dianjurkan memberikan balasan salam yang lebih baik sebagai bentuk apresiasi dan penghargaan terhadap inisiator salam. Firman Allah SWT : “Apabila kamu dihormati dengan suatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan lebih baik, atau balaslah (dengan yang serupa). Sesungguhnya Allah memperhitungkan segala sesuatu”. (QS. 4:86)

Kristine Carlson dalam Don’t Sweat the Small Stuff for Women (2001) mengkritik kebiasaan dan sikap sementara orang yang kurang arif dalam menerima salam berupa pujian dan kata selamat dengan bebagai respon negatif bahkan pasif, padahal kita dapat menyambutnya dengan ucapan “terimakasih”. Dalam hal ini sunnah Nabi saw lebih jauh medorong kebiasaan positif dalam menyikapi ucapan salam dengan menjawabnya tidak sekedar “terima kasih” tetapi memberikan ucapan selamat kembali kepada penyampai dan orang yang mengucapkannya minimal setara bobot ucapannya.

Esensi prosedur salam dalam syariat Islam yang berupa tatacara memberi salam yaitu orang yang berkenderaan lebih dulu memberi salam kepada yang berjalan, yang berjalan memberi salam kepada yang duduk, jama'ah yang sedikit memberi salam kepada yang lebih banyak, yang muda memberi salam kepada yang lebih tua sebagaimana hadits dalam riwayat Muttafun ‘Alaih mengajarkan kepribadian rendah hati dan peduli etika pergaulan dengan memahami posisi diri dan orang lain serta tanggap terhadap ekspresi menghargai orang lain sebagai point entry untuk dihargai dan media perekat hubungan sosial sehingga lahir keshalihan yang memancarkan akhlak yang baik (khiyarukum ahasinukum akhlaqan).

Persoalan fiqih yang kadang mengganjal dalam manajemen salam adalah salam antar jenis yang bukan mahram. Bila kita perhatikan teks-teks dalil yang menganjurkan untuk menyebarkan salam pada dasarnya bersifat umum dan tidak membedakan antara laki-laki dan perempuan. Artinya, jika ada seorang lelaki yang secara tulus ikhlas mengucapkan salam kepada seorang wanita, maka wanita itu sesuai dengan nash Al-Qur’an wajib membalasnya dengan jawaban yang lebih baik atau minimal yang serupa dan begitu pula sebaliknya. Dengan demikian hijab gender tidak bisa mengkoyak ajaran dan doktrin Salam serta filosofinya.

Dalam hadist shahih diriwayatkan bahwa Ummu Hani binti Abi Thalib berkata: “Saya mengunjungi Rasulullah pada tahun al-Fath (penaklukan kota Mekah), ketika itu beliau sedang mandi sementara Fatimah, putrinya, sedang menutupi tempat mandi beliau dengan tabir, lantas saya mengucapkan salam kepada beliau, lalu beliau bertanya, ‘siapa itu?’ saya menjawab, ‘Ummu Hani binti Abi Thalib’, kemudian beliau berkata, ‘selamat datang Ummu Hani’” (HR Bukhari dan Muslim)

Ketika Rasulullah saw menyampaikan kepada istrinya Aisyah bahwa malaikat Jibril mengucapkan salam kepadanya, maka ‘Aisyah ra. menjawab salamnya dengan ucapan “wa’alaikum salam warahmatullah”.

Imam Ibnu Hajar meriwayatkan dalam Fathul Bari-nya hadits Asma’ binti Yazid yang mengatakan bahwa Nabi saw pernah melewati kami kaum wanita, lalu beliau mengucapkan salam kepada kami. Imam Ahmad juga meriwayatkan dalam Musnad-nya bahwa ketika sahabat Mu’adz tiba di Yaman, ia didatangi seorang perempuan dengan dua belas anaknya seraya mengucapkan salam kepada Mu’adz.

Demikian yang ditunjukkan oleh Rasulullah dan para sahabatnya tentang memberi salam kepada kaum wanita atau sebaliknya meskipun terdapat sebagian ulama yang mensyaratkan kebolehan itu dengan kondisi ‘aman dari fitnah’ seperti Imam Al-Hulaimi dan Al-Mihlab. Dari sumber-sumber di atas dapat disimpulkan bahwa sebagian besar ulama zaman dahulu tidak mengharamkan mengucapkan salam kepada wanita, khususnya jika laki-laki itu berkunjung ke rumah si wanita untuk urusan tertentu yang syar’i, untuk mengobati, mengajar, dsb. Berbeda dengan wanita yang bertemu dengan laki-laki di jalan umum, maka si lelaki sebaiknya tidak mengucapkan salam kepada wanita, kecuali jika antara mereka ada hubungan yang kuat, seperti hubungan nasab, kekeluargaan, semenda, dll. Sedangkan alasan yang paling kuat yang dijadikan sandaran oleh golongan yang melarangnya adalah karena ‘takut fitnah’ yang sudah seyogyanya dijaga oleh setiap muslim semampu mungkin untuk menjaga kesucian agamanya dan kehormatannya. Hal itu, sebenarnya, pangkal tolaknya adalah hati nurani dan daya tahan iman seorang muslim itu sendiri, karena itu hendaklah ia bertanya pada dirinya sendiri.

Dalam persoalan kasus salam antar beda jenis yang bukan mahram beberapa hal yang perlu diperhatikan agar terjaga kemurniaaan dan efektifitas positifya adalah bahwa salam itu diucapkan ataupun disampaikan dalam kerangka birr wat taqwa (kebajikan dan ketakwaan), salam itu tepat waktu dan kondisi, salam itu dilandasi ketulusan ikhlas dan aman dari potensi fitnah.

Dalam konteks ini, pendapat kalangan yang mengatakan bahwa suara wanita itu aurat sehingga mutlak tidak boleh ada kontak komunikasi antar jenis adalah tidak relevan karena tidak adanya dalil khusus yang melandasi pelarangan tersebut dan tidak ada seorangpun ulama mu’tabar (eligible) yang berpendapat begitu. Bagaimana dikatakan suara wanita itu aurat, sedang Allah berfirman: “… apabila kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (istri-istri Nabi), maka mintalah dari belakang tabir…” (Al-Ahzab:53).

Ini berarti bahwa mereka, para istri nabi, menjawab permintaan tersebut dari belakang tabir. Demikianlah yang biasa dilakukan Aisyah dan Ummul Mu’minin lainnya, menjawab pertanyaan, meminta sesuatu dan meriwayatkan hadits serta menceritakan sisi-sisi kehidupan Rasulullah, padahal semestinya aturan yang berlaku atas mereka lebih ketat dan lebih berat daripada wanita lainnya. Sebaliknya, banyak pula kaum wanita yang bertanya dan berbicara di majlis terbuka Nabi saw. Betapa banyaknya peristiwa sejaarah yang tidak terhitung jumlahnya pada zaman Nabi saw dan sahabat, yang menunjukkan bahwa kaum wanita dapat dan biaasa berbicara dengan kaum laki-laki, berdialog, berdiskusi, mengucapkan dan menjawab salam. 

Tidak seorang pun yang berkata kepada wanita, ‘diamlah, karena suaramu itu aurat’.
Seni memberi dan menjawab ucapan selamat dalam manajemen salam merupakan salah satu bentuk setoran efektif untuk bank emosi kita dalam kebiasaan proaktif untuk menarik simpati orang lain dan membina berbagai hubungan sebagaimana ditegaskan Stephen R. Covey dalam The 7 Habits of Highly Efective Families (1999). Bahkan menurutnya sebagai media sinergi untuk mewujudkan sistem kekebalan keluarga perlu dihidupkan budaya kreatif ucapan selamat sebagai bagian implementasi lima cara mengekspresikan cinta yaitu; 1. berempati, 2. berbagi rasa, 3. meyakinkan dan motivasi, 4. berdoa, 5. berkorban.

Jangan pernah melewatkan satu kesempatan dari peristiwa apapun yang dialami oleh orang-orang yang kita kasihi atau kita kenali untuk memberikan salam yang dapat menyumbangkan rasa kebahagiaan dan motivasi pada mereka sebagai suatu pengikat batin yang dahsyat sekaligus amal yang sangat mulia sebagaimana sabda Nabi saw yang mengatakan bahwa sebaik-baik amal adalah memberikan rasa kebahagiaan pada hati orang lain. Sesuatu yang remeh dan kecil bukan sebagai alasan untuk kita lewatkan meskipun hanya menulis satu coretan kecil, satu baris pesan melalui SMS, satu kalimat telepon, satu, satu kartu ucapan selamat yang sederhana, kalau hal itu memang dapat memberikan kebahagiaan orang lain, bukankah Nabi saw melarang kita untuk meremehkan dan tidak menghiraukan hal-hal positif apapun sekalipun remeh dan kecil.

Dalam optimalisasi fungsi manajemen salam dan untuk mengetahui secara proaktif momentum yang tepat bagi ekspresi salam, agar menjadi salam yang efektif maka diperlukan proses pembelajaran, pengenalan dan saling memahami (tafahum) antar kekasih, sahabat dan relasi. Barbara De Angelis dalam The 100 Most Asked Questions About Love, Sex and Relationships menekankan pentingnya kerjasama dan keyakinan bersama bagaimana perasaan cinta diekspresikan secara benar sehingga dapat membahagiakan pasangan dan sahabat. Oleh karena itu kita perlu ‘ngeh’, ‘ngerti’ dan tahu (ta’aruf) hari-hari, momentum dan saat-saat yang tepat untuk memberikan ucapan dan ungkapan selamat kepada orang-orang sekitar kita. Dan kita harus arif dalam memilih kata, media dan cara penyampaian salam agar tidak mengurangi keberkahan dan efektifitaass salam. Wallahu A’lam Wa Billahit Taufiq Wal Hidayah.

#Al-Ustadz Setiawan Budi Utomo


Mahasiswa Mandiri


mempunyai banyak pengeluaran ?
selalu hidup penuh dengan penghematan ?
bingung mikirin keuangan ?
bukan Kuliah namanya kalau tidak pernah melakukan atau memikirkan hal seperti itu.
Ada banyak mahasiswa yang selalu memikirkan bahkan mengalami hal-hal seperti ini, yang kebanyakan mungkin berpikir dengan melakukan hal tersebut karena nggak mau lebih menambah beban ortu juga keluarga apalagi dengan begitu banyaknya permintaan-permintaan ini itu dari kampus yang bahkan sudah melewati batas kemampuan mahasiswa.

Sebagai mahasiswa, kita sudah dikategorikan sebagai yang teratas dalam semua jenjang pelajar, kita semestinya harus lebih berpikir secara dewasa dan luas. bagaimana caranya kita mengatasi hal-hal tersebut tanpa harus membebani ortu kita, jangan kita hanya termenung, duduk diam saja melihat perlahan-lahan keuangan kita menipis. jalan keluarnya kita harus membantu keuangan ortu kita dengan kata lain bekerja sampingan.

Mungkin banyak yang berpikir “misi pertamaku saat inikan untuk kuliah, kok udah dibilang kerja sampingan sih ? nanti bagaimana dengan kuliahnya bisa-bisa udah nggak fokus lagi. kalau gitu mending aku ngak usah kuliah aja! “. Bukan kayak gitu maksudku, kan sebagai mahasiswa nggak semua waktu kita dihabisin untuk kuliah, malahan kita mempunyai banyak waktu yang begitu kosong yang bahkan diluar kesadaran, kita sudah membuang waktu itu dengan percuma saja (lebih banyak bersenang-senang).

Nah guys…
Seperti pepatah bilang ”pergunakanlah waktumu sebaik-baiknya, karena waktu adalah uang”. Jika kita masih tetap aja bertahan dengan keadaan kita, kapan majunya. Saat ini sudah banyak mahasiswa yang kuliah sambil kerja kok, yang penting pekeraannya tergolong halal dan bisa mengahasilkan uang untuk sedikit membantu proses perkuliahan.

Kebanyakan mahasiswa berpikir memiliki kerja sambilan itu, agar supaya dapat mengurangi beban keuangan ortu (tidak bergantung pada ortu), ada juga yang berpikir agar lebih mandiri dalam mengatasi keuangannya,  menuangkan potensi atau bakat dari diri sendiri juga untuk mencari pengalaman yang baru.

Terkadang kita berpikir sangat sulit untuk melakukannya, apalagi melihat kondisi kita yang masih bisa dibilang seumuran jagung untuk terjun ke dalam suatu pekerjaan (bisnis). Banyak yang sering bilang kalau kuliah sambil bisnis itu bisa-bisa udah nggak fokus lagi ke kuliah bahkan akan berantakan kuliahnya.

Nah guys...
Intinya, kita sebagai mahasiswa juga yang ingin terjun kedunia bisnis, agar kita bisa pintar-pintar membagi waktu dengan baik. Dengan kata lain jika kita ada urusan yang penting dan tidak bisa ditinggalkan (menyangkut kuliah), ya mau tidak mau untuk urusan yang lain disingkirkan dulu yang penting semuanya itu bisa kita lakukan dengan senang hati. Toh yang menjadi tujuan utama kita untuk kuliah .

Eits ada yang lupa guys...
Kunci utama dari semua kesuksesan kita dan semua usaha yang kita lakukan adalah selalu Mendekatkan Diri kepada Allah karena semuanya Dari Allah dan Untuk Allah.



Perlakuan Yang Benar Terhadap Orang miskin


Suatu hari ada seseorang datang meminta-minta kepada Rasulullah SAW yang sedang berkumpul dengan para sahabatnya. Melihat kehadiran pengemis itu, Rasulullah lantas bertanya, “apakah kamu mempunyai sesuatu di rumahmu?”
Dia menjawab, “tentu, saya mempunyai pakaian yang biasa dipakai sehari-hari dan sebuah cangkir.” Rasulullah lalu berkata, “ambi dan serahkan ke saya!”
Pengemis itu langsung bergegas pulang dan kembali membawa cangkir. Rasulullah kemudian menawarkan cangkir itu kepada para sahabat, “adakah diantara kalian yang ingin membeli ini?” seorang sahabat menyahut, “saya beli dengan satu dirham”.
Rasulullah lalu menawarkannya kepada sahabat yang lain. Seorang sahabat yang sanggup membelinya dengan harga dua dirham. Rasulullah kemudian memberikan dua dirham itu kepada si pengemis. Rasul mengharapkan agar uang itu digunakan untuk membeli makanan buat keluarganya, dan sisa uangnya digunakan untuk membeli kapak. “carilah kayu yang banyak dan juallah, selama dua minggu ini aku tidak ingin melihatmu,” kata Rasulullah.
Dua minggu kemudian, pengemis itu datang kembali menghadap Rasulullah SAW, tapi tidak untuk mengemis. Ia datang kepada Rasulullah membawa uang 10 dirham dari berjualan kayu. Rasulullah SAW kemudian menyuruhnya untuk membeli pakaian dan makanan untuk keluarganya.
Rasulullah berkata, “hal ini lebih baik bagi kamu, karena meminta-minta hanya akan membuat noda di wajahmu di akhirat nanti. Tidak layak bagi seseorang meminta-minta kecuali dalam tiga hal, fakir miskin yang benar-benar tidak mempunyai sesuatu, utang yang tidak bisa terbayar, dan penyakit yang membuat seseorang tidak bisa berusaha.”
Kisah ini menggambarkan sifat Rasulullah yang gemar membantu orang yang tidak mampu. Bantuan tidak hanya berupa uang, tetapi “kail” atau pekerjaan agar kelak orang yang tidak mampu itu bisa hidup mandiri.
Tidak dapat dimungkiri, jumlah pengemis dan pengangguran di Indonesia saat ini masih sangat tinggi. Alangkah indahnya, jika setiap orang mampu (secara ekonomi) di negeri ini mau meniru perilaku Rasulullah tersebut. Dengan memberi sedekah dan pekerjaan, setidaknya jumlah anak jalanan dan pengangguran bisa diminimalisasi.
Rasulullah memberikan contoh bahwa kesalehan spiritual belum dikatakan sempurna sebelum dibarengi dengan kesalehan sosial (to be sansitive to the reality).
Dalam Alquran disebutkan bahwa orang yang bertakwa yaitu: “orang-orang yang menafkahkan hartanya, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan kesalahan orang” (QS Ali Imran [3]: 134).
Saatnya kita berbagi dengan orang di sekeliling kita yang fakir dan miskin. Jika orang yang diberi kecukupan ekonomi di negeri ini mau peduli terhadap yang miskin, pasti perempuan Indonesia tidak akan berbondong-bondong menjadi tenaga kerja dan pembantu rumah tangga dinegeri orang. Jika orang kaya di negeri ini mau membantu yang lemah dan fakir, tentu tidak banyak anak negeri yang putus sekolah. “sesungguhnya kefakiran (kemiskinan) itu bisa menjerumuskan ke jurang kekafiran.”

Cara Mengilangkan Kantung Mata


Pasti Timbul pertanyaan,, memang ada apa sih dgn mata ku????
Apakah terdapat tanda-tanda kelelahan atau kantung mata? Tentunya hal-hal seperti itu dapat mengurangi kecantikan. Lalu bagaimana caranya mencegah agar kantung mata tak sering-sering muncul? Simak saja yang berikut ini..
Keindahan mata tidak hanya terpancar dari sinar yang berpendar yang melambangkan emosi dan apa yang Anda rasakan. Tetapi juga kesehatan dan kesegararan bagian fisik seputar mata Anda. Pernah mengalami ciri-ciri seperti mata terasa berat dan pedih, terbentuk kantung dan warna kecoklatan di bagian bawah mata, mata kerap gatal dan pedih serta tampak benjolan kecil pada bawah mata jika disentuh?
Kantung pada mata memang menjadi salah satu masalah yang mengurangi keindahan mata. Mau tampil tampil dengan bulu mata lentik semenggoda apa pun, tampil dengan eye shadow secantik apa pun, kalau mata Anda berkantung, sudah jelas Anda akan jauh dari kata cantik dan indah.

Penyebab mata berkantung pada setiap orang bisa bermacam-macam, antara lain :
1.Perubahan keseimbangan cairan tubuh karena perubahan cuaca, perjalanan jauh dan hormone
2.Bahan yang terkandung dalam obat
3.Alergi juga merupakan penyebab mata berkantung dan pedih
4.Cairan yang terperangkap pada bagian bawah mata yang biasanya terjadi ketika bangun tidur atau menangis
5.Pola tidur tidak teratur

Tapi jangan kuatir, mata berkantung bukannya tidak dapat diatasi kok. Untuk kembali mendapatkan mata indah Anda, lakukan saja hal-hal berikut :
*Gunakan krim mata. Aplikasikan dengan cara memijat bagian bawah mata ke arah luar untuk mengurangi cairan yang terkumpul. Jangan lupa untuk menyiimpan krim mata di dalam kulkas. Suhu dingin dapat menyegarkan mata Anda.
*Stroberi, mentimun dan kentang bisa mengurangi tampilan kantung mata. Potong dan kompreskan beberapa menit.
*Selain itu, bisa juga dengan membungkus potongan es pada kain katun dan menempelkannya pada kedua mata sebelum beraktivitas
*Tidak cukup hanya menjaga dari luar saja, banyaklah minum air putih untuk mengatasi kantung mata.
*Last but not least, do the beauty sleep! Atur jam tidur yang cukup, tentunya jangan sampai kurang tidur ataupun justru berlebihan.